Qiraati Hadlir di Jagad Maya

referensi metode ilmu baca al-Quran

Mukzizat Al-Quran

Menurut Al-Quran terjemahan yang diterbitkan deperteman agama Republik Indonesia tahun 1971 dan edisi baru tahun revisi terjemahan tahun 1989 menyampaikan bahwa Al-Quran itu adalah “ Kalam Allah swt yang merupakan mukziziat yang diturunkan ( diwahyukan ) kepada nabi Muhammad saw yang ditulis di mushaf dan diriwayatkan dengan mutawatatir serta membacanya adalah ibadah “, sehingga kalam Allah swt yang diturunkan kepada nabi-nabi selain nabi Muhammad saw tidak dinyatakan sebagai Al-Quran.

Dari definisi yang telah disampaikan tersebut dapat difahami bahwa sebagai kitab suci terakhir yang sempurna,  Al-Quran merupakan mukzizat terbesar yang diberikan Allah swt kepada Rasululluah Muhammad saw sebagai bukti darii kebenaran ajaran yang disampaikan kepada seluruh umat manusia sampai akhir zaman nanti. Sehingga sebagai makhluk yang memiliki keterbatasan kemampuan sebagai kesempurnaan penciptaan dari Sang Maha Pencipta,  tidak akan mungkin mampu memahami kemukzizatan Al-Quran secara lengkap dan menyeluruh.

kemukzizatan Al-Quran dari sisi kebenaran isi kandungan ayat – ayat dan relevansinya dengan realitas kebenaran yang diyakini dan yang terjadi dalam kehidupan serta konsep ilmu pengetahun yang terus berkembang.

Pengertian mukjizat pada Al-Quran,  pada hakikatnya sama saja dengan pengertian mukjizat -mukjizat yang diberikan kepada nabi dan rasul yang lain yaitu suatu kejadian luar biasa atau kejadian yang menyalahi adat yang tidak bisa ditiru oleh orang lain yang diberikan Allah swt kepada nabi dan rasul guna untuk membuktikan kebenaran ajaran yang dibawanya atau disampaikannya,  seperti kemampuan membentuk atau melembutkan besi pada Nabi Daud As,  tidak hangus dibakar api pada Nabi Ibrahim As,  membelah laut dan merubah tongkat menjadi ular pada Nabi Musa As dan kemampuan mengobati orang sakit kusta dan lepra serta menghidupkan orang yang sudah mati pada Nabi Isa as, membelah bulan pada nabii Muhammad saw.

Sebagai tambahan pemahaman tentang mukjizat ini,  perlu difahami juga bahwa mukjizat tersebut berlaku tunggal atau uniq,  dengan pengertian hanya terjadi pada seorang Nabii dan Rasul saja,  seperti tidak hangusrnya Nabi Ibrahim As dibakar api yang menyala – nyala tidak terjadi lagi pada Nabi dan Rasul yang lain atau berlaku tunggal atau uniq tersebut bisa juga difahami hanya terjadi sekali dalam masa kerasulan seorang nabi karena Allah swt tidak akan pernah kekurangan cara dalam membuktikan kekuasaa-Nya.

Pengertian Al-Quran sebagai mukjizat terbesar bisa difahami dari banyak sisi,  tergantung dari arah dan sudut pandang pemahamannya. Dalam kajian ini kemukjizatan Al-Quran difahami dari sudut pandang rentang waktu atau masa kadaluarsa isi kandungannya. Yaitu dari pertama sekali diturunkan sampai akhir zaman nantinya yang hanya Allah swt yang tahu kapan waktu itu akan datang.

Rentang waktu yang teramat panjang tersebut merupakan sebuah rahmat yang tidak terhingga yang diberikan Allah swt kepada umat Nabi Muhammad Saw, karena walaupun Rasulullah Saw telah meninggal beberapa abad yang lalu,  umat yang hidup sampai sekarang dan yang akan datang masih bisa menyaksikan dan melihat sendiri kemukjizitan yang dikaruniakan Allah swt kepada Nabi dan Rasul yang wajib untuk diimani oleh setiap manusia khususnya umat Islam. Kemukjizatan tersebut tentunya hanya berlaku bagi orang – orang yang mau mempelajari kemukjizatan Al-Quran. Bagi yang tidak mau memahami kemukzizatan Al-Quran,  Al-Quran hanya akan menjadi ladang pahala saja dengan cara membacanya dan mengamalkannya atau bahkan hanya sebagai identitas dan hiasan lemari antik diruang tamu.

Sebagai mukzjzat terbesar yang mempunyai masa kadaluarsa atau masa berlaku yang teramat panjang,  Al-Quran tentunya telah dipersiapkan Allah swt sebagai alat untuk membuktikan kebenaran ajaran yang dikandungnya. Hal itu sudah banyak terbukti dengan banyaknya para ilmuan dan orang-orang pintar ( bukan dukun ) yang mempelajari Al-Quran untuk mencari kelemahan islam,  pada akhirnya mereka malah semakin membuka tabir kebenaran dan yang terdapat dalam isi kandungan Al-Quran itu,  atau Allah swt semakin menambah kebingungan dalam pemahamannya,  sehingga mereka membuat penafsiran-penafsiran sendiri yang menyalahi kebenaran yang tidak mereka mengerti.

Akibatnya kebenaran yang timbul dari pemahaman yang disesatkan Allah swt tersebut membutuhkan pembenaran-pembenaran yang tidak masuk akal dan dibuat-buat,  sehingga kebenaran yang sesungguhnya yang terkandung dalam Al-Quran semakin nyata dan secara tidak langsung telah dilahirkan atau dinyatakan sendiri oleh mereka yang disesatkan Allah swt pemahamannya seperti neo muktazilah ( islam liberal ) yang semakin berkembang dan sangat bersemangat menafsirkan Al-Quran dengan pembenaran-pembenaran yang mereka ciptakan sendiri. Sesungguhnya pembenaran-pembenaran yang mereka ciptakan itu semakin membuktikan kebenaran isii kandungan Al-Quran bagi orang-orang yang berakal.

Filed under: Ilmu Tafsir, , , , ,

Pasang Iklan Anda di sini

RSS catatan Kang Jalal

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Kumpulan humor “Gus Dur”

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS TASAWUF

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS HASANAH

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

  • 128,698 hits

SPONSORSHIP

Bersama Menjaga al-Quran Dengan Qiraati

Ngaji Online

Quranic Explorer (online)

Sebab Turun Ayat (kajian Online)

Tafsir Al-Mizan (Sayid Muh. Husain Taba-Tabai)

DOKUMENT

SILATURRAHIM

free counters

weblogs
Please do not change this code for a perfect fonctionality of your counter weblogs
clock

%d blogger menyukai ini: