Qiraati Hadlir di Jagad Maya

referensi metode ilmu baca al-Quran

Aktualisasi QS. Al-Ghosyiyah: 17

Dalam menafsirkan surat al-Ghasyiyah, mayoritas para mufassir langsung mengulas keutamaan unta secara panjang lebar, penciptaan langit,gunung, dan bumi hanya dikomentari sekedarnya. misalnya sayyid Qutb dalam tafsirnya tentang ayat ke 17 hanya membahas tentang kepatuhan, kesabaran, dan daya tahan unta. berbeda dengan al-Qurthubi, beliau menuliskan daftar keutamaan unta, bisa ditunggangi, mengangkut muatan, bisa diminum susunya, bisa disembelih dan dimakan dagingnya.


lebih dramatis dan imajinatif lagi, Fahrur Razy menafsirkan dengan musafir yang berhari-harinya sendirian menjelajahi padang pasir. ketika kepalanya tunduk, akan melihat unta yang dikendarainya. ketika tengadah, akan melihat langit terbentang tinggi. ketika menengok kiri kanan terlihat gunung. ketika melihat ke bawah, akan tampak olehnya hamparan bumi, semua itu adalah benda-benda yang selalu mengelilinginya, sehingga mudah untuk ditafakkuri. ”afalaa yandhuruna” loh.. apa kamu g’ lihat?

masih terkait dengan unta, penulis lebih tertarik kepada penafsirannya fahrur Razy yang mengaitkan dengan musafir/pelancong. ya, bagi penulis, unta adalah bahasa metafora dari modus transportasi. logikanya, ayat 17 ini memang mudah dicerna oleh orang arab, tetapi bagi orang di daerah lain yang tidak ada untanya, barangkali tidak menyentuh hati ketika membacanya.. boro-boro naik unta, lihat saja mungkin hanya di layar kaca.

sahabatku yang baik, al-Quran bukan hanya untuk suku bangsa arab saja, tapi seluruh manusia di jagad bumi ini. karena Rasulnya di Arab, bukan di Indonesia.. maka al-Quran menyesuaikan keadaan lingkungan arab. lah… bagaimana dengan kita? ya… kita aktualkan dengan keadaan di Indonesia. bukan memaksakan, tapi ya itulah kebenaran al-Quran “sholihun likulli zaman wa makan”.

fungsi unta adalah alat transportasi dan sekaligus aset kekayaan suku bangsa Arab. bagi zaman sekarang fungsi itu berwujud truk, kontainer, bus, kereta api, mobil, dan saudara-saudaranya. ya… kalau unta terus yang ditunggangi, bisa jadi melanggar hak asasi binatang, karna yang punya hak ternyata bukan hanya manusia.

barangkali ayat tentang unta dengan beberapa keunggulannya bisa kita jadikan inspirasi untuk menciptakan transportasi meniru unta yang tahan keganasan cuaca panas dan dingin. dia harus irit bahan bakar, fleksibel bisa makan bahan bakar apa saja. kalau unta bisa menyediakan daging dan air susu bagi pengendaranya, maka alat transportasi sekarang juga bisa dilengkapi dengan freezer, penyimpan makanan dan minuman, serta alat memasak. kalau unta selalu patuh,nurut, dan memberikan yang terbaik kepada penunggangnya, maka di dalam pesawat terbang, pramugari harus tampil sopan, memakai pakaian yang tertutup, berjilbab, murah senyum, melayani penumpang dengan baik… sungguh, penulis sangat merindukan bagaimana kalau pramugari berjilbab. begitu juga dengan alat transportasi yang lain. kalau ada sopir bus ugal-ugalan, laporkan saja ke polisi. atau kirim sms ke no saya.

yang harus ditafakkuri bukan hanya alam padang pasir. Imajinasi Imam fahrur Razi tentang tafakkurnya penunggang unta di padang pasir, bisa kita aktualkan menjadi tafakkurnya musafir modern. sebab, mereka juga harus bisa mengamalkan ayat ini.

ketika anda berada di pesawat, besitkanlah pertanyaan-pertanyaan ke dalam hati anda. bagaimana pesawat terbang dibuat? bagaimana bisa melayang? bagaimana bisa irit bahan bakar? juga betapa rawannya terhadap bahaya angin topan. ketika cuaca buruk, begitu pesawat goncang, bayangkan dan rasakanlah goncangan itu layaknya anda naik onta, ya… saya tahu kalau anda belum pernah naik onta. menoleh ke kiri dari jendela anda bisa melihat awan dan kaki langit di kejauhan. menengok ke kanan anda bisa menafakkuri pulau-pulau, sawah, pegunungan, dan kota-kota yang terhampar nan jauh di sana. maka diri anda akan merasa kecil ditengah kehebatan akan ciptaan Allah SWT. Wallhu a’lam.

sumber http://www.facebook.com/note.php?note_id=406005086562

Iklan

Filed under: Surat, , , , , ,

2 Responses - Comments are closed.

  1. rafiq jauhary berkata:

    setiap mufassir menafsirkan ayat sesuai dengan bidangnya,, yang dia ahli bahasa menafsirkan dengan kedalaman bahasa, yang pakar sejarah akan mengemukakan sejarah,, dan yang lain sebagainya..

    nah,, mengumpulkan referensi seperti dalam tulisan inilah yang enak,,, sehingga kita bisa tahu bagaimana para ulama membahas..

    memperkaya wawasan,, syukron tulisannya

  2. hadlir berkata:

    sama2 bos…dah mau sanjang

Pasang Iklan Anda di sini

RSS catatan Kang Jalal

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Kumpulan humor “Gus Dur”

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS TASAWUF

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS HASANAH

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

  • 132,012 hits

SPONSORSHIP

Bersama Menjaga al-Quran Dengan Qiraati

Ngaji Online

Quranic Explorer (online)

Sebab Turun Ayat (kajian Online)

Tafsir Al-Mizan (Sayid Muh. Husain Taba-Tabai)

DOKUMENT

SILATURRAHIM

free counters

weblogs
Please do not change this code for a perfect fonctionality of your counter weblogs
clock

%d blogger menyukai ini: