Qiraati Hadlir di Jagad Maya

referensi metode ilmu baca al-Quran

Iqra

Oleh Prof Dr Nasaruddin Umar

01 Feb 2010

 

Mengapa ayat pertama dalam Alquran berupa kalimat perintah iqra (bacalah)? Mengapa perintah itu untuk seorang yang buta huruf {ummy)?

Prof Hull dalam karya monu-mentalnya History and Philosophy of Science mengungkap salah satu misteri iqra. Menurut Hull, siklus pergumulan antara agama dan ilmu pengetahuan terjadi setiap enam abad. Ia memulai penelitiannya dengan mengkaji abad VI SM sampai abad I M.

Periode mi ditandai dengan lahirnya tokoh-tokoh filsafat Yunani terkemuka, seperti Tales. Pytagoras. Anstoteles. dan Plato. Pada periode ini. para filsuf mengungguli popularitas pemimpin politik dan pemimpin agama. Tokoh agama hampir tidak ditemukan ketika itu.

Periode kedua diawali oleh lahirnya Nabi Isa (I M) sampai abad VI M. Periode ini ditandai dengan merosotnya popularitas filsuf atau ilmuwan dan menguatnya peran penguasa yang berkoalisi dengan gereja. Mereka mengaku wakil Tuhan di bumi.

Pada periode ini. hampir tidak ditemukan filsuf dan ilmuan.Sebaliknya, tercatat sejumlah raja yang otoriter. Orang-orang tidak berani mengkaji ilmu pengetahuan karena itu berarti malapetaka baginya, terutama jika hasil pemikirannya bertentangan dengan pendapat istana dan gereja.

Akibatnya, muncullah zaman kegelapan dan kebodohan. Periode inilah yang melatari lahirnya agama Islam. Dari sim. dapat dipahami mengapa iqra menjadi starting point ajaran Islam.Periode ketiga diawali dengan lahirnya Nabi Muhammad (abad VI M) sampai abad kebangkitan Eropa (abad XIII M). Rasulullah memadukan ilmu pengetahuan dengan agama, yang disimbolkan dalam iqra bi ismi rabbik! (Bacalah dengan nama Tuhanmu).

Iqra adalah simbol ilmu pengetahuan, sedangkan bi ismi rabbik sebagai simbol agama. Iqra tanpa bi ismi rabbik atau bi ismi rabbik tanpa iqra terbukti tidak mengangkat martabat manusia dan kemanusiaan.Periode keempat diawali dengan melemahnya pusat-pusat kerajaan Islam dan kebangkitan Eropa di abad XIII M. Pada periode ini, dunia Barat hanya mengembangkan sains dan teknologi.

Tetapi melupakan agama sebagai pembimbingnya. Mereka mengambil kekayaan intelektual dunia Islam, tetapi meninggalkan agama. Periode kelima ditandai dengan kejenuhan manusia memuja pikirannya sendiri. Akhirnya, muncul berbagai gerakan dan filsafat yang bertema kemanusiaan, seperti gerakan posmodernisme. Menurut Hull, manusia tidak akan pernah mungkin melepaskan diri dari agama. Dan. agama yang tidak sejalan dengan ilmu pengetahuan tidak punya tempat di masa depan.-Akankah Islam menjadi harapan agama masa depan?

 

Filed under: Ilmu Tafsir, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Pasang Iklan Anda di sini

RSS catatan Kang Jalal

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Kumpulan humor “Gus Dur”

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS TASAWUF

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS HASANAH

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

  • 128,698 hits

SPONSORSHIP

Bersama Menjaga al-Quran Dengan Qiraati

Ngaji Online

Quranic Explorer (online)

Sebab Turun Ayat (kajian Online)

Tafsir Al-Mizan (Sayid Muh. Husain Taba-Tabai)

DOKUMENT

SILATURRAHIM

free counters

weblogs
Please do not change this code for a perfect fonctionality of your counter weblogs
clock

%d blogger menyukai ini: