Santri Qiraati

referensi metode ilmu baca al-Quran

Abuya menjawab: “Iya, Saya seorang Azhari “

*

Risalah Doktoral Abuya Ahmad al-Maliki mulai ditulis pada tahun 2009, dan selesai pada tahun 2018. Sidang Disertasi dilaksanakan di Auditorium Grand Syaikh Azhar Imam Abdul Halim Mahmud, Fakultas Ushuluddin Universitas Al Azhar Kairo Mesir.
sebelum mempersilahkan kepada Abuya, Pembimbing utama beliau, Prof. Dr. as-Sayyid Ismail Ali bercerita,

“Sebagai maklumat megenai Disertasi ini, Pembimbing awalnya adalah guru kami, Syekh Mani’ Abdul Halim Mahmud, namun beliau meninggal di pertengahan penulisan, dan diteruskan pembimbingannya oleh Syekh Jum’ah Ali Abdul Qadir, Ketua Bagian Tafsir di Kuliah, beliaupun meninggal dunia, sebelum meninggal, beliau mengamanatkan kepada saya untuk menjadi pembimbing Risalah ini, ikut hadir pada saat itu Dr. Ahmad Umar Hasyim, Dr. Jamal Faruq, dekan Fakultas Da’wah. Hal pertama yang membuat saya terkejut adalah, Sayyid Ahmad membawa kepada saya Risalah Doktoralnya sebanyak 20 jilid dalam sebuah koper, saya terkejut, siapa yang mampu mengedit jilid-jilid yang banyak ini?? ini tidak masuk akal. Kemudian dalam kesempatan lain, Sayyid Ahmad merangkum lagi menjadi 9 jilid. Allah….aku terkejut lagi. dan pada akhirnya, kita edit bersama higga menjadi dua jilid ini.”

Sidang risalah ini sangat mengehbohkan Mesir, bagaimana tidak, seorang purta dari Ulama Kharismatik yang juga lulusan Al Azhar, putra terbaik Azhar, Abuya Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki yang sebelumnya telah menyandang gelar di Kuliah yang sama. Sidang ini dihadiri bukan orang-orang biasa, sekelas Sykeh Ahmad Umar Hasyim (kawan dekat Abuya Maliki) pun ikut hadir, Syekh Mahmud Abu Hasyim, Syekh Sa’d Jawish, Syekh Gamal Faruq, dan masih banyak lagi.

Sidang samakin panas, berkali-kali Abuya –dengan kealimannya– mendapat kritikan keras sekali dari profesor pembandingnya. Memang demikian lah Azhar, tidak memandang siapapun, selama ia salah secara ilmiah tidak akan segan-segan di kritik. saya dan beberpaa kawan memang sempat agak marah melihat Abuya “dihabisi” di depan umum. Namun kami paham, beginilah cara Azhar mencetak Ulama.

Salah seorang pembanding risalah ini bernama Prof Muhammad Ahmad Sarhan, beliau sangat keras mengkritik tulisan Abuya hingga ke akar akarnya.Di akhir kata, beliau memberi pertanyaan kepada Abuya yang juga sempat mengabil perhatian para hadirin,
“Maaf Sayyid, aku tidak bermaksud mengurangi kemuliaanmu, dan kita semua tahu tidak ada yang ma’sum kecuali para Nabi, dan tidak ada kesempurnaan kecuali Allah SWT”.

“Aku melakukan kritikan keras ini supaya disertasi mu menjadi karya yang bagus dan sempurna, supaya pantas dengan kuliah ini, apalagi Engaku menyandang gelar seorang Azhari, bkankah begitu. (sejenak keadaan menjadi hening), hmm…bukankah engaku Seorang Azhari Wahai Sayyid? ”

Dengan tegas Abuya menjawab, “Iya, Saya Seorang Azhari”.

Seketika hadirin serentak meriah.

Sidang berjalan selama 3 jam lebih, dan Abuya mendapat pradikat Martabah as Syaraf al Ula (Summa Cum Laude)

Iklan

Filed under: Tokoh

Pasang Iklan Anda di sini

RSS catatan Kang Jalal

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Kumpulan humor “Gus Dur”

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS TASAWUF

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS MOTIFASI

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS HASANAH

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

  • 150.199 hits

SPONSORSHIP

KAMAR PENGANTIN

PEPUNDHEN

DOKUMENT

SILATURRAHIM

free counters

%d blogger menyukai ini: