Santri Qiraati

referensi metode ilmu baca al-Quran

Romantika ahli tajwid

✔ Dik, saat pertama kali berjumpa denganmu, aku bagaikan berjumpa dengan Saktah hanya bisa terpana dengan menahan nafas sebentar.
✔ Aku di matamu mungkin bagaikan Nun Mati diantara idgham Billaghunnah, terlihat, tapi dianggap tak ada.
✔ Aku ungkapkan maksud dan tujuan perasaanku seperti Idzhar,
jelas dan terang.
✔ Jika Mim Mati bertemu Ba disebut ikhfa Syafawi, maka jika aku bertemu dirimu, itu disebut cinta.
✔ Sejenak pandangan kita bertemu, lalu tiba-tiba semua itu seperti Idgham Mutamaatsilain
melebur jadi satu.
✔ Cintaku padamu seperti Mad Lazim. Paling panjang di antara yang lainnya.
✔ Setelah kau terima cintaku, hatiku rasanya seperti Qalqalah Kubro. Terpantul-pantul dengan
keras.
✔ Dan akhirnya setelah lama kita bersama, cinta kita seperti Iqlab,
ditandai dengan dua hati yang menyatu.
✔ Sayangku padamu seperti Mad Thobi’I dalam quran. Buanyaaakkk beneerrrrr.
✔ Semoga dalam hubungan, kita ini kayak idgham Bilaghunnah ya,
cuma berdua, Lam dan Ro’.
✔ Layaknya Waqaf Mu’annaqah, engkau hanya boleh berhenti di salah satunya, dia atau aku ?
✔ Meski perhatianku ga terlihat kaya Alif Lam Syamsiah, cintaku padamu seperti Alif Lam
Qomariah, terbaca jelas.
✔ Dik, kau dan aku seperti Idghom Mutajanisain. perjumpaan 2 huruf yang sama makhrajnya tapi
berlainan sifatnya.
✔ Aku harap cinta kita seperti Waqaf Lazim, terhenti sempurna di akhir hayat.
✔ Sama halnya dengan Mad ‘Aridh dimana tiap mad bertemu Lin Sukun Aridh akan berhenti,
seperti itulah pandanganku ketika melihatmu.
✔ Layaknya huruf Tafkhim, namamu pun bercetak tebal di fikiranku.
✔ Seperti Hukum Imalah yang dikhususkan untuk Ro’ saja, begitu juga aku yang hanya untukmu.
✔ Semoga aku jadi yang terakhir untuk kamu seperti Mad Aridlisukun.

Smoga bermanfaat utk memahami ilmu Tajwid…

Iklan

Filed under: Ilmu Qiraat, Metodologia, Mutiara Kata, Uncategorized

Huruf Hijaiyah

Seorang Yahudi mendatangi Rasulullah seraya bertanya, “Apa makna huruf hijaiyah?”.
Rasulullah berkata kepada Ali bin Abi Thalib, “Jawablah pertanyaannya, wahai Ali!”. Kemudian Rasulullah saw berdoa, “Ya Allah, jadikanlah dia berhasil dan bantulah dia.”

Ali berkata, “Setiap huruf hijaiyah adalah nama-nama Allah.” Ia melanjutkan:
Alif ( ﺍ ) : Ismullah (nama Allah), yang tiada Tuhan selain-Nya. Dia selalu hidup, Maha Mandiri dan Mahakuasa .
’Ba ( ﺏ ) : al Baqi’ (Mahakekal), setelah musnahnya makhluk .
Ta ( ﺕ ) : al Tawwab (Maha Penerima Taubat) dari hamba-hamba-Nya .
’Tsa ( ﺙ ) : al Tsabit (Yang Menetapkan) keimanan hamba-hamba-Nya .
Jim ( ﺝ ) : Jalla Tsanauhu (Yang Mahatinggi Pujian-Nya), kesucian-Nya, dan nama-nama-Nya yang tiada berbatas .
’Ha ( ﺡ ) : al Haq, al Hayyu, wa al Halim (Yang Mahabenar, Mahahidup, dan Mahabijak ) .
Kha ( ﺥ ) : al Khabir (Yang Mahatahu) dan Mahalihat. Sesungguhnya Allah Mahatahu apa yang kalian kerjakan .
Dal ( ﺩ ) : Dayyanu yaumi al din (Yang Mahakuasa di Hari Pembalasan ) .
Dzal ( ﺫ ) : Dzu al Jalal wa al Ikram (Pemilik Keagungan dan Kemuliaan ) .
Ra ( ﺭ ) : al Rauf (Mahasayang ) .
Zay ( ﺯ ) : Zainul Ma’budin (Kebanggaan Para Hamba ) .
Sin ( ﺱ ) : al Sami al Bashir (Mahadengar dan Mahalihat ) .
Syin ( ﺵ ) : Syakur (Maha Penerima ungkapan terima kasih dari hamba-hamba-Nya ) .
Shad ( ﺹ ) : al Shadiq (Mahajujur) dalam menepati janji. Sesungguhnya Allah tidak mengingkari janji-Nya .
Dhad ( ﺽ ) : al Dhar wa al Nafi (Yang Menangkal Bahaya dan Mendatangkan Manfaat ) .
Tha ( ﻁ ) : al Thahir wal al Muthahir (Yang Mahasuci dan Menyucikan ) .
Zha ( ﻅ ) : Zhahir (Yang Tampak dan Menampakkan Kebesaran-Nya ) .
Ain‘ ( ﻉ ) : al ’Alim (Yang Mahatahu) atas segala sesuatu .
Ghain ( ﻍ ) : Ghiyats al Mustaghitsin (Penolong bagi yang memohon pertolongan) dan Pemberi .Perlindungan
Fa ( ﻑ ) : Yang Menumbuhkan biji-bijian dan .tumbuhan
Qaf ( ﻕ ) : Yang Mahakuasa atas makhluk-.Nya
Kaf ( ﻙ ) : al Kafi (Yang Memberikan Kecukupan) bagi semua makhluk, tiada yang serupa dan sebanding dengan-Nya .
Lam ( ﻝ ) : Lathif (Mahalembut) terhadap hamba-hamba-Nya dengan kelembutan khusus dan tersembunyi .
Mim ( ﻡ ) : Malik ad dunya wal akhirah (Pemilik dunia dan akhirat ) .
Nun ( ﻥ ) : Nur (Cahaya) langit, cahaya bumi, dan cahaya hati orang-orang beriman .
Waw ( ﻭ ) : al Wahid (Yang Mahaesa) dan tempat bergantung segala sesuatu .
Haa ( ﻩ ) : al Hadi (Maha Pemberi Petunjuk) bagi makhluk-Nya. Dialah yang menciptakan segala sesuatu dan memberikan petunjuk .
Lam alif ( ﻵ ) : lam tasydid dalam lafadz Allah untuk menekankan keesaan Allah, yang tiada sekutu bagi-Nya .
Ya ( ﻱ ) : Yadullahbasithun lil khalqi (Tangan Allah terbuka bagi makhluk). Kekuasaan dan kekuatan-Nya meliputi semua tempat dan semua keberadaan .

Rasulullah saw bersabda, ”Wahai Ali, ini adalah perkataan yang Alflah rela terhadapnya.” Dalam riwayat dijelaskan bahwa Yahudi itu masuk Islam setelah mendengar penjelasan Sayyidina Ali.

Filed under: Ahlul Quran, Ilmu Qiraat, Uncategorized

Aneka Ragam Format al-Quran

Studi Al-Qur’an yang berkaitan dengan format mushaf yang mengandung makna simbolik nyaris tidak pernah dilakukan oleh para ulama. Hal itu sangatlah di maklumi, mengingat format mushaf yang sangat beragam. Studi yang mereka lakukan umumnya didasari atas asumsi bahwa Al-Qur’an merupakan kitab yang berisi kumpulan ayat atau bahasa verbal. Dengan begitu, pemahaman yang dilakukan dalam studi Al-Qur’an sebatas menterjemahkan ayat dan mentafsirkan ayat. Oleh karenanya, Al-Qur’an jarang sekali diasumsikan sebagai kitab yang berisikan susunan simbol atau sandi tertulis.

Meski begitu, banyak pula ulama terdahulu yang “melihat”, bahwa Al-Qur’an sarat dengan rahasia yang berupa ayat atau huruf-huruf awal surah. Salah satunya adalah Syeikh Muhyiddin bin Ar-Rabi dalam “Al-Futuhatul Makiyyyah”. Baca entri selengkapnya »

Filed under: Ilmu Qiraat, , , , , , , , , , , ,

KAMAR PENGANTIN

PEPUNDHEN

DOKUMENT

SILATURRAHIM

free counters