Qiraati Hadlir di Jagad Maya

referensi metode ilmu baca al-Quran

Tafsir Sufi

              Perkembangan sufisme yang kian marak di dunia Islam ditandai oleh praktik-praktik asketisme dan askapisme yang dilakukan oleh generasi awal Islam. Hal ini dimulai sejak munculnya konflik politis sepeninggal nabi Muhammad SAW. Praktik seperti terus berkembang pada masa berikutnya.

              Seiring berkembangnya aliran sufi. Merekapun menafsirkan alqur’an sesuai dengan faham sufi yang mereka anut. Pada umumnya kaum sufi memahami ayat-ayat alqur’an bukan sekedar dari lahir yang tersurat  saja. Namun mereka memahaminya secara bathin atau yang tersirat.

A.   Pengertian Tafsir Shufi

     Tafsir sufi  adalah tafsir yang ditulis oleh para sufi.[1] Sesuai dengan pembagian dalam dunia tasawwuf tafsir ini juga dibagi menjadi dua yaitu tafsir yang sejalan dengan tashawwuf an Nazhari disebut Tafsir al Shufi al Nazhri, dan yang sejalan dengan tashawwuf amali disebut tafsir al faidhi atau tafsur al isyari. Baca entri selengkapnya »

Iklan

Filed under: Ilmu Tafsir, Tasawuf, , , , , , , ,

AL-QUR’AN DAN TAFSIR SUFI

Sesungguhnya Al-Qur’an itu ada [makna] lahir dan ada batinnya. Untuk setiap batin ada batinnya, sampai tujuh lapis [makna] batin.

Hadis

Al-Qur’an adalah landasan pokok seluruh ajaran Sufi. Sesuai dengan ciri utama Tasawuf yang lebih menekankan kepada dzauq (rasa) dan aspek esoteris (ruhani, batiniah), maka tafsir Sufi atas Al-Qur’an tak jarang amat berbeda dengan tafsir yang biasa kita kenal. Kadang tafsir Sufi disebut juga ta’wil. Tafsir Sufi banyak berhubungan dengan “rahasia-rahasia” di balik teks lahiriah (literal) yang maknanya tak aus oleh dinamika perubahan-perubahan dalam sejarah.

Menurut Sufi, kemampuan seseorang dalam memahami makna Al-Qur’an amat bergantung kepada derajat dan kualitas keruhanian. Imam Ja’far as-Shadiq mengatakan bahwa Kitab Allah meliputi empat perkara: ibarat, isyarat, lathaif dan haqaiq. Ibarat adalah bagi orang awam, isyarat adalah bagi orang khusus, lathaif adalah bagi para Wali Allah, dan haqaiq adalah bagi para Nabi. Baca entri selengkapnya »

Filed under: Ilmu Tafsir, Tasawuf, , , , , , ,

Antara Sabar dan Mengeluh

Pada zaman dahulu ada seorang yang bernama Abul Hassan yang pergi haji di Baitul Haram. Diwaktu tawaf tiba-tiba ia melihat seorang wanita yang bersinar dan berseri wajahnya. “Demi Allah, belum pernah aku melihat wajah secantik dan secerah wanita itu,tidak lain karena itu pasti karena tidak pernah risau dan bersedih hati.” Tiba-tiba wanita itu mendengar ucapan Abul Hassan lalu ia bertanya, “Apakah katamu hai saudaraku? Demi Allah aku tetap terbelenggu oleh perasaan dukacita dan luka hati karena risau, dan seorang pun yang menyekutuinya aku dalam hal ini.”

Abu Hassan bertanya, “Bagaimana hal yang merisaukanmu?”

Wanita itu menjawab, “Pada suatu hari ketika suamiku sedang menyembelih kambing korban, dan pada aku mempunyai dua orang anak yang sudah boleh bermain dan yang satu masih menyusu, dan ketika aku bangun untuk membuat makanan, tiba-tiba anakku yang agak besar berkata pada adiknya, “Hai adikku, sukakah aku tunjukkan padamu bagaimana ayah menyembelih kambing?” Baca entri selengkapnya »

Filed under: Hikmah, , , , , , ,

Hadits Shahih pun Diputar-balik Wahabi-Salafi

Agus sunyoto

Pulang dari Umroh bulan Rajab, Dullah  ke pesantren  dengan membawa kitab-kitab  pesanan Guru Sufi yang dibelinya di Makkah, Madinah  dan Beirut. Kitab-kitab  pesanan  Guru Sufi   itu,  dianggap  aneh oleh Dullah, karena semuanya sudah ada di pesantren seperti kitab  Shahih  Bukhari, Shahih Muslim, Musnad Ahmad, al-Adzkar-nya Imam Nawawi, Diwan Al-Imam Asy-Syafi’i, Tafsir Ruh Al-Ma’ani-nya  Syaikh Mahmud al-Alusi. Sepanjang  perjalanan dari rumahnya ke pesantren, ia terus bertanya dalam hati tentang  pesanan  Guru Sufi atas  kitab-kitab yang sudah ada di pesantren dan sering dijadikan  acuan bagi pokok bahasan yang dibincang.

Di teras musholla, ternyata Dullah sudah melihat Guru Sufi duduk dikelilingi Sufi Sudrun, Sufi tua, Sufi Jadzab, Sufi Kenthir, Sufi Majnun, dan Sukiran. Pada saat Dullah memberikan kitab-kitab yang dikemas dalam kotak kardus itu kepada Guru Sufi, ia terkejut ketika tanpa disangka-sangka Sufi Jadzab berteriak keras,”Awas Kitab palsu! Waspadah! Awas  kitab palsu bikinan badui bejat!” Baca entri selengkapnya »

Filed under: Humor Sufi, , , , , , , , ,

Peranan Pesantren dalam Pendidikan Umat

a. Pendahuluan

Usia pesantren jauh lebih tua dari pada Negara Indonesia. Pesantren adalah tempat menimba ilmu agama, serta mengasah kemampuan intelektual dan spritual. Tokoh sentralnya ialah sang Kyai. Kyai adalah sebuah gelar yang melekat pada seseorang karena status sosialnya sanggat penting nan mulia di sebuah komunitas teretentu. Sebutan Kyai sangat populer di komunitas Jawa, dan Indonesia pada umumnya. Tidak mudah memperoleh gelar Kyai, karena memang tidak ada lembaga pendidikan yang mengeluarkan gelar Kyai. Di dalam tradisi Jawa, orang disebut Kyai jika memiliki pondok pesantren, santri, serta memiliki ilmu pengetahuan agama yang cukup, kapabel, serta prilaku dan tuturnya mencerminkan seorang ulama’ pewaris para Nabi. Baca entri selengkapnya »

Filed under: Tokoh, , , , , , , , ,

PESANTREN

Sejarah dan Peran Pesantren

Pesantren adalah bentuk pendidikan Islam di Indonesia yang telah berakar sejak berabad-abad silam. Nurcholish Madjid, dalam buku “Bilik-bilik Pesantren” (Paramadina-Jakarta, 1997), menyebut bahwa pesantren mengandung makna keislaman sekaligus keaslian (indigenous) Indonesia. Kata “pesantren” mengandung pengertian sebagai tempat para santri atau murid pesantren. Sedangkan kata “santri” diduga berasal dari istilah sansekerta “sastri” yang berarti “melek huruf”, atau dari bahasa Jawa “cantrik” yang berarti seorang yang mengikuti gurunya kemana pun pergi. 

Filed under: Tokoh, , , , ,

Biografi Nabi Ibrahim

Nabi Ibrahim hidup sekitar 1997-1822 SM, bersama anaknya, Ismail terkenal sebagai pembangun ka’bah. Ia diangkat menjadi nabi sekitar tahun 1900 SM untuk kaum Kal’an di Kaldaniyyun Ur, kini Negara Iraq. Ibrahim Salah Satu Nabi dan Rasul Alloh yang mendapat keistimewaan Alloh selain nabi Muhammad saw, nabi Isa dan nabi Musa.


Nabi Ibrahim adalah putera Aaazar bin Tahur bin Saruj bin Rau’ bin Falij bin Aaabir bin Syalih bin Arfakhsyad bin Saam bin Nuh A.S. Ia dilahirkan di “Faddam A’ram” dalam kerajaan “Babylon” . Kerajaan Babylon saat itu kerajaan yang makmur, sejahtera. Namun dalam kehidupan beragama mereka berada di tingkat jahiliyah. tidak mengenal Tuhan, dan menyembah patung-patung yang mereka pahat sendiri dari batu-batu. Babylon diperintah Raja Namrud bin Kan’aan yang menjalankan pemerintaan dengan tangan besi dan seorang diktaktor. Kekuasaan, kemewahan,kekayaan yang besar ternyata membuatnya semakin tidak puas dengan apa yang diperolehnya. Ia kemudian menasbihkan diri menjadi Tuhan yang harus disembah rakyatnya.  Baca entri selengkapnya »

Filed under: Tokoh, , , , , ,

Kyai Haji Hasyim Asy’ari (1)

Tokoh Islam Pendiri NU

Kyai Haji Mohammad Hasyim Asy’arie adalah pendiri Nahdlatul Ulama, organisasi massa Islam yang terbesar di Indonesia. Dia juga sebagai ulama pertama yang mendirikan pendidikan pesantren yang berbasis pengetahuan modern dengan mengajarkan tulis dan pengetahuan umum. Meski saat itu pesantrennya mendapat kecaman dari berbagai pihak. Beliau dilahirkan pada tanggal 10 April 1875 (24 Dzulqaidah 1287H) dan wafat pada tanggal 25 Juli 1947. Jasadnya dimakamkan di Tebu Ireng, Jombang.

KH Hasyim Asyari adalah putra ketiga dari 11 bersaudara. Ayahnya bernama Kyai Asyari, pemimpin Pesantren Keras yang berada di sebelah selatan Jombang. Ibunya bernama Halimah. Dari garis ibu, Hasyim merupakan keturunan kedelapan dari Jaka Tingkir (Sultan Pajang). Baca entri selengkapnya »

Filed under: Tokoh, , , , , , ,

Kyai Haji Hasyim Asy’ari : Pendiri NU

Jombang l933. Terjadi dialog yang mengesankan antara dua ulama besar, KH Muhammad Hasyim Asy’ari dengan KH Mohammad Cholil, gurunya. “Dulu saya memang mengajar Tuan. Tapi hari ini, saya nyatakan bahwa saya adalah murid Tuan,” kata Mbah Cholil, begitu kiai dari Madura ini populer dipanggil. Kiai Hasyim menjawab, “Sungguh saya tidak menduga kalau Tuan Guru akan mengucapkan kata-kata yang demikian. Tidakkah Tuan Guru salah raba berguru pada saya, seorang murid Tuan sendiri, murid Tuan Guru dulu, dan juga sekarang. Bahkan, akan tetap menjadi murid Tuan Guru selama-lamanya.” Tanpa merasa tersanjung, Mbah Cholil tetap bersikeras dengan niatnya. “Keputusan dan kepastian hati kami sudah tetap, tiada dapat ditawar dan diubah lagi, bahwa kami akan turut belajar di sini, menampung ilmu-ilmu Tuan, dan berguru kepada Tuan,” katanya. Karena sudah hafal dengan watak gurunya, Kiai Hasyim tidak bisa berbuat lain selain menerimanya sebagai santri.  Baca entri selengkapnya »

Filed under: Tokoh, , , , , , , , , ,

BIOGRAFI KH. DIMYATHI (KHOSSUN)

LINGKUNGAN KELUARGA

Kyai Haji DIMYATHI, dilahirkan pada tahun 1875, di Dusun kauman desa campurdarat kecamatan Campurdarat kabupaten Tulungagung. Beliau adalah putra ke 6 dari sepuluh orang putra-putri Mbah Zayadi dan ibu Warisah, yaitu Mirah, Hindun, Khodijah, Klumpuk, Sulbiyah, Katminah, Mariam dan Kasmi. Pada waktu dilahirkan oleh kedua orang tuanya beliau diberi nama Khossun, dengan makna Khos: Kedudukannya dan Sun: perbuatan atau tingkah lakunya.

Khossun lahir dilingkungan keluarga yang religius dan taat menjalankan agama. Sebagaimana umumnya penduduk di wilayah dusun kauman masa itu. Pekerjaan Khossun adalah bertani demikian pula orang tua Khossun, hanya yang membedakan dari warga masyarakat yang lain adalah, Mbah Zayadi memiliki loyalitas dan dedikasi yang tinggi terhadap berkembangnya agama islam di lingkungannya, oleh karena itu tidaklah berlebihan kalau dikatakan bahwa beliau merupakan salah satu pemimpin masyarakat yang sangat disegani pada masanya.  Baca entri selengkapnya »

Filed under: Tokoh, , , , , , , ,

Kitab 9 Imam Karya Cak Halim

Yang Sering Dibaca

RSS FB denmashadlir

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS HUMOR GUSDUR

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Twitter Terbaru

  • Azali : no begining Abadi: no ending Sarmadi: azali n abadi 6 days ago
  • Jangan pernah menggunakan kata yg kau sendiri tak paham 1 month ago
  • RT @Puthutea: Pada akhirnya semua akan paham bahwa rasa cinta itu tidak punya makna apa-apa. Hanya seperti perasaan kita akan permen di mas… 1 month ago
  • Garam mahal. ...? Mau ulah apalagi ini para cukong 1 month ago
  • ما ظفر من ظفر الأثم به علي بن أبي طالب 9 months ago

Kamus Lisanul Arab Online

Bersama Menjaga al-Quran Dengan Qiraati

Ngaji Online

Quranic Explorer (online)

Sebab Turun Ayat (kajian Online)

Tafsir Al-Mizan (Sayid Muh. Husain Taba-Tabai)

DOKUMENT

SILATURRAHIM

free counters

weblogs
Please do not change this code for a perfect fonctionality of your counter weblogs
clock