Qiraati Hadlir di Jagad Maya

referensi metode ilmu baca al-Quran

Peranan Pesantren dalam Pendidikan Umat

a. Pendahuluan

Usia pesantren jauh lebih tua dari pada Negara Indonesia. Pesantren adalah tempat menimba ilmu agama, serta mengasah kemampuan intelektual dan spritual. Tokoh sentralnya ialah sang Kyai. Kyai adalah sebuah gelar yang melekat pada seseorang karena status sosialnya sanggat penting nan mulia di sebuah komunitas teretentu. Sebutan Kyai sangat populer di komunitas Jawa, dan Indonesia pada umumnya. Tidak mudah memperoleh gelar Kyai, karena memang tidak ada lembaga pendidikan yang mengeluarkan gelar Kyai. Di dalam tradisi Jawa, orang disebut Kyai jika memiliki pondok pesantren, santri, serta memiliki ilmu pengetahuan agama yang cukup, kapabel, serta prilaku dan tuturnya mencerminkan seorang ulama’ pewaris para Nabi. Baca entri selengkapnya »

Filed under: Tokoh, , , , , , , , ,

PESANTREN

Sejarah dan Peran Pesantren

Pesantren adalah bentuk pendidikan Islam di Indonesia yang telah berakar sejak berabad-abad silam. Nurcholish Madjid, dalam buku “Bilik-bilik Pesantren” (Paramadina-Jakarta, 1997), menyebut bahwa pesantren mengandung makna keislaman sekaligus keaslian (indigenous) Indonesia. Kata “pesantren” mengandung pengertian sebagai tempat para santri atau murid pesantren. Sedangkan kata “santri” diduga berasal dari istilah sansekerta “sastri” yang berarti “melek huruf”, atau dari bahasa Jawa “cantrik” yang berarti seorang yang mengikuti gurunya kemana pun pergi. 

Filed under: Tokoh, , , , ,

Biografi Nabi Ibrahim

Nabi Ibrahim hidup sekitar 1997-1822 SM, bersama anaknya, Ismail terkenal sebagai pembangun ka’bah. Ia diangkat menjadi nabi sekitar tahun 1900 SM untuk kaum Kal’an di Kaldaniyyun Ur, kini Negara Iraq. Ibrahim Salah Satu Nabi dan Rasul Alloh yang mendapat keistimewaan Alloh selain nabi Muhammad saw, nabi Isa dan nabi Musa.


Nabi Ibrahim adalah putera Aaazar bin Tahur bin Saruj bin Rau’ bin Falij bin Aaabir bin Syalih bin Arfakhsyad bin Saam bin Nuh A.S. Ia dilahirkan di “Faddam A’ram” dalam kerajaan “Babylon” . Kerajaan Babylon saat itu kerajaan yang makmur, sejahtera. Namun dalam kehidupan beragama mereka berada di tingkat jahiliyah. tidak mengenal Tuhan, dan menyembah patung-patung yang mereka pahat sendiri dari batu-batu. Babylon diperintah Raja Namrud bin Kan’aan yang menjalankan pemerintaan dengan tangan besi dan seorang diktaktor. Kekuasaan, kemewahan,kekayaan yang besar ternyata membuatnya semakin tidak puas dengan apa yang diperolehnya. Ia kemudian menasbihkan diri menjadi Tuhan yang harus disembah rakyatnya.  Baca entri selengkapnya »

Filed under: Tokoh, , , , , ,

Kyai Haji Hasyim Asy’ari (1)

Tokoh Islam Pendiri NU

Kyai Haji Mohammad Hasyim Asy’arie adalah pendiri Nahdlatul Ulama, organisasi massa Islam yang terbesar di Indonesia. Dia juga sebagai ulama pertama yang mendirikan pendidikan pesantren yang berbasis pengetahuan modern dengan mengajarkan tulis dan pengetahuan umum. Meski saat itu pesantrennya mendapat kecaman dari berbagai pihak. Beliau dilahirkan pada tanggal 10 April 1875 (24 Dzulqaidah 1287H) dan wafat pada tanggal 25 Juli 1947. Jasadnya dimakamkan di Tebu Ireng, Jombang.

KH Hasyim Asyari adalah putra ketiga dari 11 bersaudara. Ayahnya bernama Kyai Asyari, pemimpin Pesantren Keras yang berada di sebelah selatan Jombang. Ibunya bernama Halimah. Dari garis ibu, Hasyim merupakan keturunan kedelapan dari Jaka Tingkir (Sultan Pajang). Baca entri selengkapnya »

Filed under: Tokoh, , , , , , ,

Kyai Haji Hasyim Asy’ari : Pendiri NU

Jombang l933. Terjadi dialog yang mengesankan antara dua ulama besar, KH Muhammad Hasyim Asy’ari dengan KH Mohammad Cholil, gurunya. “Dulu saya memang mengajar Tuan. Tapi hari ini, saya nyatakan bahwa saya adalah murid Tuan,” kata Mbah Cholil, begitu kiai dari Madura ini populer dipanggil. Kiai Hasyim menjawab, “Sungguh saya tidak menduga kalau Tuan Guru akan mengucapkan kata-kata yang demikian. Tidakkah Tuan Guru salah raba berguru pada saya, seorang murid Tuan sendiri, murid Tuan Guru dulu, dan juga sekarang. Bahkan, akan tetap menjadi murid Tuan Guru selama-lamanya.” Tanpa merasa tersanjung, Mbah Cholil tetap bersikeras dengan niatnya. “Keputusan dan kepastian hati kami sudah tetap, tiada dapat ditawar dan diubah lagi, bahwa kami akan turut belajar di sini, menampung ilmu-ilmu Tuan, dan berguru kepada Tuan,” katanya. Karena sudah hafal dengan watak gurunya, Kiai Hasyim tidak bisa berbuat lain selain menerimanya sebagai santri.  Baca entri selengkapnya »

Filed under: Tokoh, , , , , , , , , ,

BIOGRAFI KH. DIMYATHI (KHOSSUN)

LINGKUNGAN KELUARGA

Kyai Haji DIMYATHI, dilahirkan pada tahun 1875, di Dusun kauman desa campurdarat kecamatan Campurdarat kabupaten Tulungagung. Beliau adalah putra ke 6 dari sepuluh orang putra-putri Mbah Zayadi dan ibu Warisah, yaitu Mirah, Hindun, Khodijah, Klumpuk, Sulbiyah, Katminah, Mariam dan Kasmi. Pada waktu dilahirkan oleh kedua orang tuanya beliau diberi nama Khossun, dengan makna Khos: Kedudukannya dan Sun: perbuatan atau tingkah lakunya.

Khossun lahir dilingkungan keluarga yang religius dan taat menjalankan agama. Sebagaimana umumnya penduduk di wilayah dusun kauman masa itu. Pekerjaan Khossun adalah bertani demikian pula orang tua Khossun, hanya yang membedakan dari warga masyarakat yang lain adalah, Mbah Zayadi memiliki loyalitas dan dedikasi yang tinggi terhadap berkembangnya agama islam di lingkungannya, oleh karena itu tidaklah berlebihan kalau dikatakan bahwa beliau merupakan salah satu pemimpin masyarakat yang sangat disegani pada masanya.  Baca entri selengkapnya »

Filed under: Tokoh, , , , , , , ,

Ibn Arabi dan Pemikirannya

Riwayat Hidup Singkat

Ibnu ‘Arabi, yang nama lengkapnya adalah Abu Bakr ibnu ‘Ali Muhyiddin al-Hatimi at-Ta‘i al-Andalusi, diahirkan di Murcia, Sepanyol Tenggara, pada tanggal 17 Ramadan 560 H/28 Juli 1165 M. Di wilayah Islam bagian timur khususnya, dia dikenal dengan julukan Syaikhul-Akbar (Doktor Maximus), sedangkan di Sepanyol sendiri dikenal dengan nama Ibnu Suraqah.[1]

Pendidikan agamanya diawali di tempat kelahirannya sendiri dengan belajar kepada dua orang wanita kudus, seorang di antaranya adalah Fatimah dari Kordoba.[2] Pada tahun 568 H/1172-3 M, ketika berumur 8 tahun, dia merantau ke Lisabon untuk belajar membaca Al-Qur’an dan mempelajari Hukum Islam kepada Syaikh Abu Bakr ibn Khalaf. Sesudah itu dia pindah ke dan menetap di Sevilla selama lebih kurang 30 tahun untuk melanjutkan pelajarannya di bidang Hukum Islam, disamping mempelajari Hadis, Ilmu Kalam dan Ilmu Tasawuf. Dia juga mengunjungi beberapa kota lainnya di Sepanyol, di antaranya Kordoba di mana dia berkenalan akrab dengan Ibnu Rusyd yang kemudian menjadi qadi di kota tersebut. Selain itu, dia juga mengunjungi Tunisia, Fez dan Maroko.[3]

Baca entri selengkapnya »

Filed under: Tasawuf, Tokoh, , , , , , , , , , , , ,

MBAH DALHAR

(Waliyullah Gunung Pring Muntilan)

Mbah Kyai Dalhar lahir di komplek pesantren Darussalam, Watucongol, Muntilan, Magelang pada hari Rabu, 10 Syawal 1286 H atau 10 Syawal 1798 – Je (12 Januari 1870 M). Ketika lahir beliau diberi nama oleh ayahnya dengan nama Nahrowi. Ayahnya adalah seorang mudda’i ilallah bernama Abdurrahman bin Abdurrauf bin Hasan Tuqo. Kyai Abdurrauf adalah salah seorang panglima perang Pangeran Diponegoro. Nasab Kyai Hasan Tuqo sendiri sampai kepada Sunan Amangkurat Mas atau Amangkurat III. Oleh karenanya sebagai keturunan raja, Kyai Hasan Tuqo juga mempunyai nama lain dengan sebutan Raden Bagus Kemuning.

Diriwayatkan, Kyai Hasan Tuqo keluar dari komplek keraton karena beliau memang lebih senang mempelajari ilmu agama daripada hidup dalam kepriyayian. Belakangan waktu baru diketahui jika beliau hidup menyepi didaerah Godean, Yogyakarta. Sekarang desa tempat beliau tinggal dikenal dengan nama desa Tetuko. Baca entri selengkapnya »

Filed under: Tokoh, , , , ,

KISAH INSYAFNYA SEORANG ULAMA’ WAHABI

Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin –ulama Wahhabi kontemporer yang sangat populer-, mempunyai seorang guru yang sangat alim dan kharismatik di kalangan kaum Wahhabi , yaitu Syaikh Abdurrahman bin Nashir al-Sa’di, yang dikenal dengan julukan Syaikh Ibnu Sa’di. Ia memiliki banyak karangan, di antaranya yang paling populer adalah karyanya yang berjudul, Taisir al-Karim al-Rahman fi Tafsir Kalam al-Mannan, kitab tafsir setebal 5 jilid, yang mengikuti manhaj pemikiran Wahhabi. Meskipun Syaikh Ibnu Sa’di, termasuk ulama Wahhabi yang ekstrim, ia juga seorang ulama yang mudah insyaf dan mau mengikuti kebenaran, dari manapun kebenaran itu datangnya.

Filed under: Tokoh, , , ,

Kata Mutiara

Seseorang berkata kepada Junaid, “Sahabat sejati sangatlah jarang saat ini. Di mana aku dapat menemukan seorang sahabat sejati?”

Junaid menjawab, “Jika kau menginginkan seorang sahabat yang memelihara dirimu dan menanggung bebanmu, maka yang demikian sangatlah jarang. Namun, jika kau menginginkan seorang sahabat sejati yang bersedia kau tanggung beban dan penderitaannya, maka begitu banyak yang dapat aku perkenalkan kepadamu.”

-=-=-=-=-=-=-=- Baca entri selengkapnya »

Filed under: Mutiara Kata, Tokoh, , , ,

Kitab 9 Imam Karya Cak Halim

Yang Sering Dibaca

RSS FB denmashadlir

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS HUMOR GUSDUR

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Twitter Terbaru

Kamus Lisanul Arab Online

Bersama Menjaga al-Quran Dengan Qiraati

Ngaji Online

Quranic Explorer (online)

Sebab Turun Ayat (kajian Online)

Tafsir Al-Mizan (Sayid Muh. Husain Taba-Tabai)

DOKUMENT

SILATURRAHIM

free counters

weblogs
Please do not change this code for a perfect fonctionality of your counter weblogs
clock