Santri Qiraati

referensi metode ilmu baca al-Quran

Menang

Baru-baru ini saya bertemu dengan seorang sarjana adik kelas saya yang baru lulus. Obrolan kami mulai dari hal-hal ringan tentang kabar dan basa basi tentang rencana masa depan setelah lulus.

Pada akhirnya mulailah pada satu diskusi tentang harapan dia tentang masa depan. Intinya harapannya ingin hidup sejahtera secara bathiniah dan lahiriah, dunia wal akherat.

Dia seorang sarjana baru yang tergolong cerdas dan sangat aktif dalam berbagai kegiatan organisasi. Termasuk aktif sebagai relawan di koperasi yang kami dirikan sekira 10 tahun lalu.

Dia paham apa itu pengorganisasian dan bahkan pengalamannya saya pikir cukup untuk menjadi seorang profesional berbayar.

Diskusi kami mulai membahas soal serius tentang rencana untuk menghasilkan pendapatan. Demi menopang masa depan yang gemilang.

Sekarang dia sudah bergaji. Masih sangat kecil. Sekitar UMR di kampung saya. Gajinya 2 juta rupiah.

Saya mulai mencerca dengan pertanyaan adakah penghasilan tambahan dia selain dari gajinya?. Dia bilang ya. Dari kegiatan proyek yang tak tentu. Tidak terencana dan lebih banyak nihilnya.

Saya tanya secara terbuka berapa tabungan dia dan bilangnya 10 jutaan. Tanpa adanya investasi lain selain dalam bentuk tabungan itu.

Saya sarankan cobalah mulai berfikir tentang bagaimana menggali sumber-sumber penghasilan sebanyak banyaknya.

Di dunia ini ada banyak sumber penghasilan yang bisa membuat seseorang menjadi kaya raya secara materi. Lalu, dengan harta yang kita miliki itu bisa untuk membeli apapun. Kesenangan, kekuasaan.

Di negeri ini harta kekayaan bisa digunakan untuk menguasai dan mengendalikan semuanya, hukum, politik, kebijakan, aturan dan lain sebagainya.

Hukum tumpul ke atas dan tajam ke bawah. Politik itu tujuanya untuk berkuasa dan menguasai orang lain. Siapa yang tak punya cukup harta kekayaan semakin jauh dari kekuasaan.

Dunia politik hanya bisa direbut dengan cara dibeli. Kalau tidak punya uang itu hanya mimpi. Lihatlah apa yang menjadi perangai para politisi itu, mereka itu lebih banyak mengejar elektabilitasnya atau obsesi kemenanganya daripada memikirkan kearifan dan kebajikan politik.

Kebijakan hanya akan memihak kepada mereka yang telah kaya. Bahkan orang kaya raya itu yang menentukan kebijakan bagi warga negara yang berkategori lebih banyak yang miskin papa. Aturan dibuat agar memperlancar hegemoni itu semua.

Saya katakan, kalau ingin kaya maka pertama-tama perlu mengenal sumber-sumber pendapatan. Kalau tidak mengenal sumber penghasilan maka sudah pasti sulit untuk menjadi kaya. Kamu harus menjadi seorang kapitalis yang lincah.

Pertama, sumbernya adalah gaji. Ini jenisnya ada gaji tetap maupun variabel. Gaji tetap itu seperti UMR itu. Gaji variabelnya adalah kalau kamu dapat proyek. Selanjutnya, tinggal bagaimana usahamu agar kemampuan dan ketrampilanmu itu dihargai dengan gaji tinggi. Kemudian bagaimana caranya agar dapat penghasilan gaji atau bonus yabg sifatnya variabel seperti bonus harian, bulanan, dan tahunan.

Kedua, kalau mau berpenghasilan seperti pengusaha maka investasikan uangmu untuk mendapatkan keuntungan dari bisnis seperti halnya majikanmu di tempat kerjamu. Mulai dari hal-hal kecil. Jual makanan dengan gerobak dorong yang bisa kamu kerjakan dengan mengangkat orang lain untuk bekerja seperti dirimu.

Ketika mulailah berfikir seperti kapitalis untuk mengejar selisih bunga dari tabungan atau deposito. Kalau ada suku bunga yang tinggi ditawarkan oleh bank maka kejarlah…

Kemudian cobalah beli saham perusahaan di pasar modal. Kamu akan mendapatkan pendapatan dari ‘gain’ atau selisih dari harga sahammu ketika kamu jual. Atau beli mata uang dan jual ketika pas membaik. Selisihnya itulah sumber pendapatan.

Selain itu belilah emas, rumah, tanah, dan asset lainya. Beli dan jual bukan untuk semata dibeli untuk dipakai. Saat harganya meningkat jual. Belikan asset lagi di saat harga berjatuhan.

Kalau mau kaya raya, jadilah seorang kapitalis sejati..kàpitalis esketis yang hidupnya sangat sederhana dengan makan bubur dan lauk tahu tempe saja serta kecap.

Biarlah hartamu adalah hanya baju murah meriah tidak bermerek yang melekat di badanmu. Sebab dengan demikianlah kamu akan menjadi seorang yang kaya raya.

Prinsip esketis itu harus kamu camkan betul-betul dan jangan sampai lupa diri!!! inilah yang membuat banyak orang Indonesia itu banyak yang tidak bisa kaya raya.

Pesan yang berlaku umum dalam investasi adalah, jangan taruh investasimu itu di dalam satu keranjang. Sebab kalau ada kerugian di satu portofolio invetasimu maka tidak akan membuatmu total bangkrut. Kalau kamu pintar-pintar dalam memilih investasi bahkan akan hasilkan keuntungan yang maksimum. Semakin jeli kamu membuat perhitungan dan gunakan insting kayamu maka semakin sering kamu akan beruntung.

Dari seluruh harta kekayaanmu itu kamu bisa gunakan untuk bersenang senang dan menjadi penguasa. Mau zalim atau kemudian berubah baik seperti malaekat itu pilihanmu. Bukan urusanku!

Sekian sudah pertemuan itu. Kami tutup dengan sruputan kopi susu terakhir dengan sebutan Vietnam Drip…😘

Poertoriko, 26 Desember 2018

Kakaroto

Iklan

Filed under: Berita & Agenda, Hikmah, Tokoh

HARI SANTRI NASIONAL

*hanyasantri*

Pekan ini diberbagai daerah marak kegiatan dalam rangka menyambut Hari Santri Nasional, mulai acara halaqah, seminar, muktamar pemikiran, festival, kirab, perlombaan, muktamar pemikiran, istighosah sampai dengan acara yang paling spektakuler yaitu pembacaan satu milyar shalawat nariyah, semua kegiatan tersebut adalah persembahan dari santri untuk Indonesia.

Indonesia patut merasa istimewa ada santri, karena selama ini hanya santri-lah yang selalu terdepan mau mentradisikan doa bersama untuk bangsa dan negara ini agar baldatun Thoyyibatun warabbun Ghofur, Indonesia yang aman sejahtera.

Indonesia patut berbangga memiliki santri, karena selama ini yang selalu mengobarkan semangat cinta tanah air hanya santri. Baginya cinta tanah air merupakan cermin keimanan.

Indonesia patut bersyukur dengan santri, dalam sejarah Indonesia hanya santri lah yang berani menggelorakan resolusi jihad yang bisa mengobarkan semangat berjuang untuk melawan penjajah, hingga lenyap dari bumi Indonesia ini.

Indonesia patut diperhatikan dunia, karena memiliki jiwa keberanian santri, dalam sejarah peradaban Islam yang mampu untuk memberikan masukan hanyalah santri yang tergabung dalam komite hijaz, agar maqam Rasulullah di Madinah tidak dihancurkan seperti maqam-maqam yang lain, usulan tersebut diterima hingga kini semua umat muslim dari berbagai negara masih tetap bisa berziarah ke maqam Rasulullah.

Indonesia patut dijadikan referensi dunia, karena memiliki model keberagamanya santri. Dalam menjalankan ajaran agamanya hanya santri yang senantiasa mengenalkan cara yang ramah, santun, toleran, menghargai budaya dan kemajemukan dengan Islam Nusantaranya. Model keislaman Indonesia yang moderat layak dijadikan rujukan oleh berbagai negara yang ada dibelahan dunia.

Indonesia patut berbangga hati dengan santri yang senantiasa mandiri, karena hanya santri yang kegiatan belajar mengajarnya tidak dibiayai oleh keuangan negara. Padahal belajar nya santri full siang malam.

Semoga bermanfaat
Wallahu a’lam bisshowab

Filed under: 5. MASYHAR, MAYA.net, Tokoh

INILAH DO’A HADRATUSY SYAIKH KH. MUHAMMAD HASYIM ASY’ARI UNTUK NAHDLATUL ‘ULAMA (NU)

Pada 2009, seorang kader muda Nahdlatul Ulama (NU) yang juga alumnus Pondok Pesantren Tebuireng Jombang bersama M. Mansyur diutus oleh KH Shalahuddin Wahid (Gus Sholah) untuk menemui KH. Abdul Muchith Muzadi di kota Jember, Jawa Timur. Saat itu, Gus Sholah meminta kepada mereka untuk menggali kisah-kisah Hadratusy Syaikh KH. Hasyim Asy’ari melalui Kiai Muchith yang merupakan santri langsung Hadratusy Syaikh. Hasil dari wawancara eksklusif dua hari itu alhamdulillah telah menjadi sebuah buku yang diterbitkan oleh Pustaka Tebuireng.

Di sela-sela wawancara dengan Kiai Muchith, mereka berdiskusi panjang dengan Kiai Nur, kiai yang merupakan Alumnus Pondok Pesantren Lasem, Rembang, Jawa Tengah. Dengan ketulusan hati, beliau mempersilakan mereka untuk menginap di rumahnya selama berada di Jember. Dan, sebuah kebetulan yang sangat luar biasa, di rumah beliau itu mereka menemukan sebuah dokumen yang sangat penting. Isinya adalah sebuah doa Hadratus Syaikh KH Hasyim Asy’ari yang dikhususkan untuk NU. Berikut teks do’a tersebut:

DO’A HADRATUSY SYAIKH KH. MUHAMMAD HASYIM ASY’ARI UNTUK NAHDLATUL ULAMA

دعاء حضرة الشيخ كياهي حاجي محمد هاشم أشعري رحمه الله:

اَللّٰهُمَّ أَيْقِظْ قُلُوْبَ الْعُلَمَاءِ وَالْمُسْلِمِيْنَ مِنْ نَوْمِ غَفْلَتِهِمِ الْعَمِيْقِ، وَاهْدِهِمْ إِلَى سَبِيْلِ الرَّشَادِ. اَللّٰهُمَّ يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ أَحْيِ جَمْعِيَّتَنَا جَمْعِيَّةَ نَهْضَةِ الْعُلَمَاءِ حَيَاةً طَيِّبَةً إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ بِبَرَكَةِ “فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً (النحل: ٩٧)”، “فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً مِنَ النَّاسِ تَهْوِيْ إِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُمْ مِنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُوْنَ (ابراهيم: ٣٧)” وَارْزُقْهُمْ قُوَّةً غَالِبَةً عَلَى كُلِّ بَاطِلٍ وَظَالِمٍ وَفَاحِشٍ وَسُوْءٍ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُوْنَ
(٣x بعد المفروضة)
أجازنا الشيخ خطيب عمر، عن والده الشيخ عمر، عن الشيخ أسعد شمس العارفين، عن حضرة الشيخ محمد هاشم أشعري رحمهم الله

Bacaannya:

Bismillāhirrahmānirrahīm. Allāhumma aiqidh qulūbal ‘ulamāi wal muslimīna min naumi ghaflatihimul ‘amiq, wahdihim ilā sabīlirrasyād. Allāhumma yā Hayyu yā Qayyūm, ahyi jam’iyyatana Jam’iyyata Nahdlatil Ulamāi hayatan thayyibatan ilā yaumil qiyamah bibarakati “Falanuhyiyannahū hayātan thayyibah”, “Faj’al af-idatan minannāsi tahwī ilaihim warzuqhum minatssamarāti la’allahum yasykurūn”, Warzuqhum quwwatan ghālibatan ‘alā kulli bāthilin wa dhālimin wa fāhisyin wa sū’in la’allahum yattaqūn.

Artinya:

“Ya Allah, bangunkanlah hati para ulama dan umat Islam dari kelalaian yang dalam dan berkepanjangan dan tuntunlah mereka ke jalan petunjukMu. Ya Allah, yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri Sendiri, hidupkanlah Jam’iyah kami Jam’iyyah Nahdlatul Ulama (NU) dengan kehidupan thoyyibah (kehidupan yang baik sesuai kehendakMu) hingga hari Kiamat dengan berkah ayat:

فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً (النحل: ٩٧)، فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً مِنَ النَّاسِ تَهْوِيْ إِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُمْ مِنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُوْنَ (ابراهيم: ٣٧)1

(Maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik (Qur’an Surat An-Nahl:97). Maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezekilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur (Qur’an Surat Ibrahim: 37). Dan karuniakanlah mereka rizqi (berupa) kekuatan yang mengalahkan kebathilan, kedzaliman, ketidaksenonohan dan keburukan agar mereka bertaqwa“.

(M.Fakhrur Rozi dan Abdul Wakid, Gresik, Jawa Timur)

Tulisan berjudul “Inilah Do’a Hadratusy Syaikh KH. Hasyim Asy’ari untuk Nahdlatul Ulama (NU)” terakhir diperbaharui pada Friday, 28 August 2015.

Filed under: 5. MASYHAR, Humor Gusdur, MAYA.net, Tokoh

Kamus Lisanul Arab Online

KAMAR PENGANTIN

PEPUNDHEN

DOKUMENT

SILATURRAHIM

free counters