Santri Qiraati

referensi metode ilmu baca al-Quran

PERCAKAPAN PARA GEMBEL DIUJUNG KEHAMPAAN

AKTOR : PAIJO DAN MARKUSIT

Paijo : Sit, aku kate budal perang iki
Markusit : Perang? nang endhi? musuhmu sopo?

Paijo : jelas jelas musuhku teroris sit… koe kie piye toh..
Markusit : gaya mu jo.. jo… koyok teges tegeso..

Markusit : koe meh perang po ngerti stratagi perange? po ngerti meh nggawe senjata opo?
Paijo : pokoke budal sit.. iki aku nggowo arit, pkokoke ketemu teroris bacok wes.

Markusit : lha opo raimu ngerti ednhi teroris endhi dudu?
Paijo : iyo yo.. piye yo raine teroris?

Markusit : makane kokean gaya koe kui… kene tak jelasno ben koe mudeng
1. wong meh perang iku kudu ngerti musushe.
2. kudu ngerti meh nggawe strategi opo
3. kudu ngerti senjatane sing pas kie opo
4. kudu paham bakale melu pasukane sopo (sebab lek perang dewe ra ono pasukane kui jenenge bunuh diri)
5. sing luweh penting timbang 4 nang nduwur kui… *koe wes siap opo hurung*

wes ngerti jo…???

Paijo : aku wes siap kok wes siapmati demi negoro karo agomo.
Markusit : prejenganmu koyok gethuk hurung dadi ngunu iku muni wes siap? siap dengkulmu anjlok kui

Markusit : koe meh merangi teroris opo koe yakin lek koe dewe dudu calon teroris?
Paijo : hamput.. mosok aku calon teroris? rai koyok koyok artis ngene mosok calon teroris?

Markusit : tak jelasno meneh tp langsung wae ben koe mudeng kae mau pint nomer 5 langsung
– ibadahmu wes apik po hurung? lek hurung koe pasti potensi dadi calon teroris, sebab imanmu elek mesti gampang dipengaruhi.

– disiplinmu apik po hurung sebab lek disiplinmu elek koe yo gapang dipengaruhi iso keno doktrin/cuci otak kui yo potensi dadi teroris

– kepedulianmu nang sesama/tonggo teparo apik po ora? lek elek, wes podo wae potensi kui.. sebab teroris kie roto2 cuek2

wes paham jo…????

Paijo : hmm ngunu yo…??? yo.. yo.. trus piye sit?
Markusit : makane lek pingin merangi teroris kie jogoen awakmu dewe + keluargamu + tonggomu ben ra dadi teroris.

Paijo : Lha carane sit..??
Markusit : lak wesa.. ngunu wae ra paham kok meh merangi teroris jo.. jo… ngene lo jo…

Jogoen awakmu dewe + keluargamu + tonggomu
carane :
– Ibadahe dikencengi, sing rung kenceng diajak kenceng ben imane kuat dadi ga gampang terpengaruh.
– Dislin di jogo, wayahe sholat yo sholat, wayahe ngaji yo ngaji, wayahe kerjo yo kerjo, dadi ra ono kesempatan keno pengaruh elek.
– Kepedulian ditingkatno, ono tonggo loro yo diramut bareng2, ono tonggo luwe yo diwenehi mangan bareng, ono tonggo susah yo disenengno bareng2, lek wes terbiasa ngunu ra bakal gampang dipengaruhi nang hal2 sing anarkis.

tak takoni saiki koe.. ibadahmu piye? kedisiplinanmu piye? kepedulianmu piye?

Paijo : iyo blehhh… sholatku sek bolong2, disiplin blas ora, peduli yo.. kui kadang2 hihihi

Markusit : DAPURAMU SEK KORAT KARIT WAE MUNI PERANG JO.. JO…
Wes kono nang ibadahe ditambahi
ngaji sing temen nang kiyai sing mondok ojo nang kiyai sing belajare seko *buku lan google*
mundak ra jelas mengkongajine malah bubrah
ayo nang belajar nggateni lingkungan tonggo, konco lan menungso liyane.

WES JO… TIMBANG RUWET AYO MENGKO MELU AKU NGEPAM JALUR SENDI WAE (IKI GAWE BELAJAR PEDULI NANGT SESAMA)

Paijo : hamput.. iyo yo.. yo wes tak melok NGEPAM AKU itung2 belajar nulung wong yo…
Markusit : ha yo.. ngunu bener… wes nang siap2 kono
Paijo : sek tak mbalekno arit nang kandang sek, ga kanggo tibakne hahaha

just kidding but for education

Created By Me

Iklan

Filed under: Humor Gusdur

Mahathir PM Lagi

by Dahlan Iskan

Begitu efisien Pemilu di Malaysia. Pukul 08:00 mulai pemungutan suara.
Pukul 17:00 ditutup.
Pukul 22.30 malam Mahathir sudah mengklaim kemenangan oposisi.
Pukul 03.00 Mahathir sudah resmi mengumumkan kemenangannya.
Pukul 05.00 KPU umumkan hasil Pemilu: Oposisi dapat 122 kursi, Barisan Nasional 79 kursi, Partai Islam PAS dapat 18 kursi dan independen 8 kursi.
Beres: 222 kursi DPR terisi.

Siang harinya pemerintahan baru terbentuk. Malam harinya PM baru dilantik oleh Yang Dipertuan Agung. Di Istana Raja. Pemerintah sudah berganti hanya satu hari setelah Pemilu. Inilah Pemilu model Inggris. Tidak ruwet dan panjang. Tidak seperti model Amerika.

Mahathir yang pernah menyelamatkan Malaysia dari krismon tahun 1998 kini menyelamatkan Malaysia lagi. Dari rusaknya sistem hukum dan demokrasi.

Bayangkan: Mahathir Mohamad. Umur 92 tahun. Dapat tugas yang begitu sulit.

Sembilan tahun lalu saya bertemu Mahathir. Di Kuala Lumpur. Sudah sangat lemah. Sakit-sakitan. Selalu dipapah. Kini memenangi Pemilu. Jadi perdana menteri lagi.

Waktu umur 78 tahun Mahathir sudah merasa tua. Ia memutuskan tidak ikut Pemilu lagi. Berhenti sebagai perdana menteri. Yang sudah ia jabat selama 22 tahun. Padahal, kalau mau, ia bisa melakukan segala cara. Untuk terus berkuasa. Ia orang yang amat kuat. Digelari Soekarno kecil. Membangkitkan nasionalisme. Tapi juga melakukan modernisasi. Sangat sukses. Meninggalkan jauh Indonesia.

Pun nafsunya bersaing dengan Singapura luar biasa. Ia malu kalau Malaysia kalah. Ia bangun twin tower yang iconic itu. Ia bangun jaringan jalan tol. Ia genjot sawitisasi. Semua programnya top. Tidak ada yang pepesan kosong.

Tapi, juga, ia lakukan ini: ia pecat Anwar Ibrahim. Wakilnya. Yang masih sangat muda. Yang sangat pintar. Yang jadi idola. Sampai Indonesia. Sudah banyak yang memastikan ia adalah the next PM. Tapi Mahathir melihat lain. Seperti kelihatan ‘kesusu’ menggatikannya. Ia masukkan Anwar ke penjara.

Anwar Ibrahim, ahli keuangan itu, tentu kecewa pada mentornya. Lantas membangun partai oposisi. Tapi tidak pernah menang. Anwar keluar masuk penjara. Akhirnya partai itu dipimpin Wan Azizah, istri Anwar. Dan putrinya: Nurul Azizah.

Anwar tidak pernah bisa menggoyahkan dominasi Barisan Nasional. Sampailah Mahathir memutuskan tidak mau lagi berkuasa.

Ternyata Mahathir sangat tidak puas dengan perdana menteri yang menggantikannya: Abdullah Badawi. Terlalu kalem. Dan lemah. Dan kurus. Begitu pula kesan saya. Saat bertemu Abdullah Badawi di Kuala Lumpur. Di kantor perdana menteri waktu itu.

Pemilu berikutnya Mahathir bergerak di balik layar. Badawi tidak akan bisa membuat Malaysia maju. Mahathir memang masih menjadi orang kuat. Ia dukung Najib Razak untuk menggantikan Abdullah Badawi. Sukses. Jadilah Najib perdana menteri. Atas dukungan Mahathir.

Tapi Mahathir melihat Najib terlalu mementingkan dirinya sendiri. Dan tidak bisa mengontrol isterinya. Yang konon juga jadi dalang atas kematian gadis cantik –cantiiiiiiik sekaliiiii– Mongolia. Yang hangus bersama mobilnya. Di Kuala Lumpur. Tanpa diusut tuntas penyebabnya. Sampai sekarang.

Tahun 2016 Mahathir sangat malu. Atas terbongkarnya mega korupsi di 1MDB. Perusahaan negara yang didirikan Najib. Ia keluar dari partai UMNO yang dibesarkannya. Berarti keluar juga dari koalisi Barisan Nasional.

Mahathir berhasil ‘wawuh’ dengan Anwar Ibrahim. Yang pernah ia pecat dulu. Yang ia penjarakan dulu. Untuk bersama-sama melawan Najib Razak, bekas kadernya. Melalui koalisi Pakatan Harapan. Sukses. Menciptakan tsunami politik di Malaysia: 9 Mei 2018.

Waktu mengumumkan kemenangan itu Mahathir minta istri Anwar yang tampil. Memberi muka. Dan niat baik. Mahathir juga langsung bikin statemen: akan segera mengampuni Anwar. Begitu ia jadi perdana menteri. Agar Anwar bisa segera keluar penjara.

Bahkan Mahathir juga mengatakan ini: dengan pengampunan itu Anwar bisa menjadi perdana menteri. Tapi Anwar harus menjadi anggota DPR atau DPD dulu. Di Malaysia, ikut Inggris, untuk menjadi perdana menteri harus anggota DPR/DPD.

Untuk sementara istri Anwar-lah yang akan tampil di pusat pemerintahan. Sebagai Wakil Perdana Menteri. Jabatan suaminya dulu. Berarti pasangan ini akan menjadi sama-sama pernah menjabat wakilnya Perdana Menteri Mahathir Mohamad.

Bagaimana nasib Najib Razak selanjutnya?

Semula ada rumor ia akan mendekritkan keadaan darurat. Spekulasi ini muncul pada pukul 22.00 malam itu. Kok perhitungan suara mulai seret. Bahkan berhenti. Tapi suara rakyat terlalu besar ke oposisi. Tidak bisa lagi ditukangi.

Lalu ada rumor lagi: ia akan mencari jet. Bersama dia, she, isterinya itu. Terbang entah ke mana.

Malam itu semua wartawan ngumpul di markas besar BN. Ingin tahu sikap Najib. Tapi yang ditunggu tidak kunjung muncul. Wartawan pindah memenuhi lingkungan rumah Najib. Juga tidak menampakkan diri.

Tapi Najib tidak ke mana-mana. Siang kemarin ia bikin pernyataan. Masih belum mau mengakui kekalahannya. Tapi ia berkata menghormati keinginan rakyat.

Maksudnya: rakyat sebagian besar ternyata masih memilih BN. Tidak ada satu partai pun yang suaranya lebih besar dari BN. Pakatan Harapan itu, katanya, bukan koalisi resmi. Secara hukum tidak legal.

Maka Najib menyerahkan putusan kepada Yang Dipertuan Agung: siapa yang hendak dilantik jadi PM. Begitulah hukum di Malaysia. Kalau tidak ada partai pemenang mayoritas, putusan diserahkan pada raja. Biasanya raja melantik ketua partai yang memperoleh suara terbesar. Itu… hahaha… berarti Najib.

Raja terpengaruh. Atau ingin hati-hati. Sore itu mestinya raja sudah melantik Mahathir. Apalagi Mahathir sudah ke istana. Disertai istri Anwar Ibrahim. Sebagai Ketua Partai Keadilan. Tampak juga Tan Kok Wai beserta Lim Guan Eng. Ketua dan Sekjen Partai Aksi Demokrasi. Ada Mahyuddin Yassin. Ketua Partai Pribumi Bersatu. Empat partai dalam koalisi Pakatan Rakyat sudah di istana.

Ternyata mereka bukan menghadiri pelantikan. Medsos mulai gegap-gempita. Menuduh raja terpengaruh Najib.

Para pimpinan partai itu lantas menyerahkan pernyataan: mendukung Mahathir jadi perdana menteri. Seorang pengacara terkemuka angkat suara. Pelantikan Mahathir tidak ada hubungannya dengan perolehan suara partai. Begitu mayoritas anggota parlemen menyetujuinya bereslah itu barang. Begitulah konstitusi Malaysia.

Pukul 19:00, istana mengeluarkan pernyataan. Pelantikan Mahathir dilakukan pukul 21.30. Raja tidak ingin menundanya. Hanya ingin prosedurnya benar.

Saya begitu kagum dengan Mahathir: bagaimana bisa umur 92 tahun begitu energetik. Lihat betapa lelahnya minggu-minggu terakhir. Terutama dua hari belakangan. Dan lihatlah waktu pukul 03:00 dini hari masih harus mengadakan konferensi pers: betapa sehatnya ia. Betapa runtut tutur katanya. Betapa jernih pikirannya.

Dan betapa cerdiknya: langsung ia liburkan hari Kamis dan Jumat. Berarti sampai Minggu. Bank tidak bisa bergerak. Lalu-lintas uang terhenti. Yang mau eksodus kecele. Yang mau ramai-ramai transfer ke luar negeri gigit jari. Mahathir punya waktu empat hari untuk ambil langkah strategis.

Betapa lelahnya. Untuk manusia berumur 92 tahun. Saya mau. Berumur 92 tahun dalam keadaan kesehatan seperti itu.

Siapa mau ikut..?
Srupuut secankir KopiPaiT..

Filed under: Humor Gusdur, Tanda Zaman, Tokoh, Uncategorized

GUS DUR & MATA ALLAH

TANPA didampingi siapa pun, Gus Dur dan aku bertemu di warung nasi depan kampusku. Pakaian batik dan sarung membungkus tubuhnya, peci yang miring serta kacamata tebalnya melengkapi kediriannya. Dialog yang bagiku aneh pun terjadi. Aneh karena perbincangan kami kesana kemari, tak jelas arahnya.

Gus Dur :
“Sebenar apa pun tingkahmu, sebaik apapun prilaku hidupmu, kebencian dari manusia itu pasti ada. Jadi jangan terlalu diambil pusing. Terus saja jalan.!”

Mughni :
“Iya, Gus. Tapi..”

Gus Dur :
“Bagaimana tidak repot, hidupmu terlalu banyak ‘tapi’.!”

Mughni :
“Hehehehe..”

Gus Dur :
“Apa kamu kenal Wa Totoh? Maksud saya KH. Totoh Ghozali.”

Mughni :
“Disebut kenal ya tidak, tapi saya sering mendengar ceramah-ceramahnya di Radio.”

Gus Dur :
“Belajarlah kamu kepadanya, bagaimana memurnikan tauhid masyarakat. Dia menggunakan bahasa lokal sebagai senjatanya, memakai humor cerdas tanpa hina dan caci.”

Mughni :
“Baik, Gus, kalau itu perintah Panjenengan.”

Gus Dur :
“Ini bukan perintah, ini memang sesuatu yang seharusnya kamu lakukan sebagai Da’I.”

Mughni :
“Laksanakan.”

Gus Dur :
“Kamu suka menulis?”

Mughni :
“Tidak, Gus, tulisan saya buruk sekali. Saya coba menulis puisi atau cerita pendek, tapi benar-benar buruk hasilnya.”

Gus Dur :
“Rupanya kamu belum pernah dilukai seorang wanita, makanya tulisan kamu tidak bagus.”

Mughni :
“Lha, Panjenengan tau darimana kalau saya belum pernah dilukai wanita?”

Gus Dur :
“Ya itu tadi, karya sastramu buruk sekali.”

Mughni :
“Hmmmmm..”

Gus Dur :
“Kamu pernah pesantren?”

Mughni :
“Pernah, Gus.”

Gus Dur :
“Dimana?”

Mughni :
“Di Al-Falah sama di Al-Musaddadiyah.”

Gus Dur :
“Rupanya kamu Santri Kyai Syahid sama Kyai Musaddad.”

Mughni :
“Iya.”

Gus Dur :
“Saya juga sering bersilaturahmi ke beliau-beliau itu. Mereka salah satu penjaga Islam Ahlussunnah wal Jama’ah.”

Mughni :
“Ketika jadi Santri, saya nakal sekali. Saya merasa malu kepada beliau-beliau itu, Gus.”

Gus Dur :
“Saya beritahu kamu, kebaikan seorang Santri tidak dilihat ketika dia berada di Pondok, melainkan setelah dia menjadi alumni. Kamu tinggal buktikan hari ini, bahwa kamu adalah santri yang baik.”

Mughni :
“Terima kasih, Gus.”

Gus Dur :
“Dunia tanpa pesantren, bagi saya adalah siksa. Bersyukurlah karena kamu pernah menjadi bagian di dalamnya.”

Mughni :
“Iya, Gus.”

Gus Dur :
“Kamu mau tau rahasia hidup saya dalam memandang segala sesuatunya?”

Mughni :
“Tentu, Gus, saya ingin tau rahasia panjenengan.”

Gus Dur :
“Dalam memandang segala sesuatu, gunakanlah ‘mata’ Allah.”

Mughni :
“Waduh. Bagaimana contohnya?”

Gus Dur :
“Contohnya begini. Ketika saya didatangi banyak orang yang meminta perlindungan, apakah orang itu benar atau salah, saya terima semuanya dengan lapang dada. Karena apa? Saya selalu yakin, Allah lah yang menggerakan hati mereka untuk datang kepada saya. Jika saya tolak karena mereka bersalah, itu sama saja saya menolak kehendak Allah. Perlindungan saya kepada orang-orang yang disudutkan karena kesalahannya itu, bukanlah bentuk bahwa saya melindungi kesalahannya, tapi saya melindungi kemanusiaannya.”

Mughni :
“Duh..”

Gus Dur :
“Lebih jauhnya begini. Jika kamu membenci orang karena dia tidak bisa membaca al-Qur’an, berarti yang kamu pertuhankan itu bukan Allah, tapi al-Qur’an. Jika kamu memusuhi orang yang berbeda Agama dengan kamu, berarti yang kamu pertuhankan itu bukan Allah, tapi Agama. Jika kamu menjauhi orang yang melanggar moral, berarti yang kamu pertuhankan bukan Allah, tapi moral. Pertuhankanlah Allah, bukan yang lainnya. Dan pembuktian bahwa kamu mempertuhankan Allah, kamu harus menerima semua makhluk. Karena begitulah Allah.”

Mughni :
“Ya Allah..”

(Haul Gus Dur yang ke-6)

.
.
Dicuplik dari tausiyah Guru Niam Muiz

Filed under: 5. MASYHAR, Humor Gusdur, Tokoh

Kamus Lisanul Arab Online

KAMAR PENGANTIN

PEPUNDHEN

DOKUMENT

SILATURRAHIM

free counters