Qiraati Hadlir di Jagad Maya

referensi metode ilmu baca al-Quran

Surat al-Isra’

Surat al-Isra’ memiliki 111 ayat. Surat ini lebih dikenal dengan nama Bani Israel selain Isra’ dan Subhan. Disebut Bani Israel karena ada banyak ayat yang membahas tentang Bani Israel baik di awal maupun di akhir surat. Penamaan Isra’ lebih dikarenakan ayat pertama surat ini berbicara soal Mi’raj Nabi Muhammad Saw, sementara Subhan diambil dari ayat pertama surat ini yang dimulai dengan kata Subhan. Kata Bani Israel disebutkan sebanyak 42 kali dalam al-Quran, sedangkan kata Isra’ hanya tiga kali. Baca entri selengkapnya »

Iklan

Filed under: Surat, , , , , ,

AL-QUR’AN DAN TAFSIR SUFI

Sesungguhnya Al-Qur’an itu ada [makna] lahir dan ada batinnya. Untuk setiap batin ada batinnya, sampai tujuh lapis [makna] batin.

Hadis

Al-Qur’an adalah landasan pokok seluruh ajaran Sufi. Sesuai dengan ciri utama Tasawuf yang lebih menekankan kepada dzauq (rasa) dan aspek esoteris (ruhani, batiniah), maka tafsir Sufi atas Al-Qur’an tak jarang amat berbeda dengan tafsir yang biasa kita kenal. Kadang tafsir Sufi disebut juga ta’wil. Tafsir Sufi banyak berhubungan dengan “rahasia-rahasia” di balik teks lahiriah (literal) yang maknanya tak aus oleh dinamika perubahan-perubahan dalam sejarah.

Menurut Sufi, kemampuan seseorang dalam memahami makna Al-Qur’an amat bergantung kepada derajat dan kualitas keruhanian. Imam Ja’far as-Shadiq mengatakan bahwa Kitab Allah meliputi empat perkara: ibarat, isyarat, lathaif dan haqaiq. Ibarat adalah bagi orang awam, isyarat adalah bagi orang khusus, lathaif adalah bagi para Wali Allah, dan haqaiq adalah bagi para Nabi. Baca entri selengkapnya »

Filed under: Ilmu Tafsir, Tasawuf, , , , , , ,

Perkembangan Ilmu-Ilmu Alquran oleh: H. Maragustam Siregar, Prof. Dr. M.A.

5 Januari 2011 oleh maragustamsiregar

Dari berbagai definisi tersebut maka ruang lingkup pembahasan Ulumul Qur’an ialah seluruh cakupan ilmu yang lengkap yang ada hubungannya dengan Al-Qur’an berupa ilmu-ilmu agama, seperti ilmu tafsir, maupun ilmu-ilmu bahasa Arab seperti ilmu I’rabil Qur’an. Dia mencakup berbagai cabang ilmu yang bersangkut dengan al-Qur’an, dengan menitik beratkan pada pembahasan masing-masing. Sehubungan dengan ruang lingkup pembahasan Ulumul Qur’an itu luas dan mendalam, maka mempelajari ilmu ini sangat penring artmya, terutama apabila seseorang ingm menafsirkan Al-Qur’an.  Tanpa mengetahui ilmu ini maka seseorang dalam menafsirkan Al-Qur’an sangat besar kemungkinan salah bahkan sesat dan menyesatkan orang lain. Baca entri selengkapnya »

Filed under: Ilmu Tafsir, , , , , , , ,

Kaidah Mufassir

Dalam pendahuluan ini kami membicarakan tentang Mufassir dan Kaidah Penafsiran dan di dalamnya terdapat tiga hal yang perlu diperhatikan. Berikut di bawah telah kami tuliskan karena itu merupakan hal yang sangat penting dalam memahami bagaimana cara seorang mufassir menafsirkan Al-Qur’an dengan baik dan juga mempelajari aspek-aspek yang diperlukan seorang mufassir dalam menafsirkan Al-Qur’an dengan menerapkan dan mempelajari syarat-syarat, ilmu-ilmu, dan kaidah-kaidah serta adab dengan baik terutama penguasaan dalam bahasa Arab karena apa yang dilakukannya nanti dalam menafsirkan kitab suci Allah yaitu Al-Qur’an dapat diterima kebenaran/keshohihan tafsir tersebut. Baca entri selengkapnya »

Filed under: Ilmu Tafsir, , , , , , , , , , ,

Misteri Inisial Al-Qur’an

 

Dalam Al-Qur’an terdapat dua puluh sembilan surat yang dimulai dengan huruf atau huruf-huruf yang biasa disebut huruf ‘tahajji’ atau huruf muqatta’ah. Huruf muqatta’ah artinya adalah huruf yang dibaca sesuai nama huruf tidak berdasarkan barisnya (tidak ada kasrah, dhamah atau fathah) namun fungsi tasydid tetap berlaku. Contoh paling depan adalah rangkai huruf ‘Alif Lam Mim’ pada surah Al-Baqarah, sementara yang paling duluan turun adalah‘Nun’ pada surah Al-Qalam.

Ada empat belas huruf yang menjadi unsur gabungan atau berdiri sendiri yang mewakili keseluruhan hurup dari aspek pembunyiannya. Ilmu fonetik menyebutkan bahwa bunyi vocal timbul dari hembusan udara yang keluar dari paru-paru kita, bunyi itu ditentukan oleh cara bernafas lewat berbagai alat bicara yaitu tenggorokan, berbagai macam posisi lidah, di tengah atau di bagian langit-langit mulut atau di bagian gigi, juga berbagai gerak bibir. Baca entri selengkapnya »

Filed under: Ilmu Tafsir, , , , , , , , , , ,

Aneka Ragam Format al-Quran

Studi Al-Qur’an yang berkaitan dengan format mushaf yang mengandung makna simbolik nyaris tidak pernah dilakukan oleh para ulama. Hal itu sangatlah di maklumi, mengingat format mushaf yang sangat beragam. Studi yang mereka lakukan umumnya didasari atas asumsi bahwa Al-Qur’an merupakan kitab yang berisi kumpulan ayat atau bahasa verbal. Dengan begitu, pemahaman yang dilakukan dalam studi Al-Qur’an sebatas menterjemahkan ayat dan mentafsirkan ayat. Oleh karenanya, Al-Qur’an jarang sekali diasumsikan sebagai kitab yang berisikan susunan simbol atau sandi tertulis.

Meski begitu, banyak pula ulama terdahulu yang “melihat”, bahwa Al-Qur’an sarat dengan rahasia yang berupa ayat atau huruf-huruf awal surah. Salah satunya adalah Syeikh Muhyiddin bin Ar-Rabi dalam “Al-Futuhatul Makiyyyah”. Baca entri selengkapnya »

Filed under: Ilmu Qiraat, , , , , , , , , , , ,

Sejarah Pemberian Tanda Baca dan Tajwid

Tentu, tak bisa dibayangkan bagaimana sulitnya membaca Alquran andai hingga saat ini kalam Ilahi itu masih ditulis dalam huruf Arab yang belum ada tanda bacanya sebagaimana di zaman Rasulullah SAW dan Khulafaur Rasyidin.

Jangankan harakat fathah (baris atas), kasrah (baris bawah), dhommah (baris depan), dan sukun (tanda wakaf, mati), bentuk serta tanda titik-koma (tanda baca) saja tidak ada. Tentu, masih lebih mudah membaca tulisan Arab yang ada di kitab kuning yang gundul (tanpa harakat) karena umat Islam masih bisa mengenali huruf-hurufnya berdasarkan bentuk dan tanda bacanya. Misalnya, huruf ta, tsa, ba, nun, syin, sin, shad, tho’, dan sebagainya walaupun tidak mengetahui terjemahannya. Baca entri selengkapnya »

Filed under: Ilmu Qiraat, , , , , , , , , , , , ,

Menafsirkan Mimpi Dengan Al-Quran

IBN SIRRIN

Seseorang datang  menemui Ibnu Sirin seraya berkata:” Aku bermimpi sedang mengumandangkan azan. Ibnu Sirin dalam rangka menafsirkan mimpi tersebut berkata:” Engkau akan naik haji.

Tak lama kemudian, orang lain datang lagi dan berkata:” aku bermimpi sedang mengumandangkan azan. Apa tafsirannya? Ibnu Sirin dengan agak marah berkata:”Hai fulan, engkau pencuri, bertaubatlah dari kesalahanmu!” Baca entri selengkapnya »

Filed under: 2. Al-QURAN, Ilmu Tafsir, , , , , , , , ,

Menakwilkan Mimpi Melalui Al-Quran

Pada suatu hari, Mahdi Al-Abbasi bermimpi wajahnya menjadi hitam legam. Setelah terbangun, dia merasa resah dan gelisah. Tanpa menunggu lebih lama lagi, dia memanggil  para penakwil mimpi dan menanyakan takwil mimpi yang dilihatnya semalam. Semuanya angkat tangan sebagai tanda ketidakmampuan mereka untuk melakukannya. Tapi mereka semua mengusulkan seorang penakwil terkenal di masa itu, Ibrahim Al-Kermani. Kemudian ustadz penakwil mimpi tersebut diundang.

Setelah Ustadz tersebut hadir di majlis, Khalifah menuturkan mimpinya. Ibrahim berkata:”Janganlah anda merasa khawatir! Karena takwil mimpi ini begitu baik buat Anda; Allah Swt akan menganugerahkan seorang putri.”Khalifah berkata:” jangan ngawur dong!, dari mana engkau mengetahui takwilan tersebut, jangan-jangan engkau mengatakan hal itu untuk menghibur dan menenangkan hatiku saja?”  Ibrahim menjawab:” Aku mendapatkannya dalam wahyu tuhan.

وَ اِذا بُشِّرَ اَحَدُهُمْ بِالاُْنْثى ظَلَّ وَجْهُهُ مُسْوَدّاً وَ هُوَ كَظيمٌ

Dan apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan ( kelahiran ) anak perempuan, hitamlah (merah padamlah) mukanya, dan dia sangat marah.(An-Nahl; 58).”

Mahdi al-Abbasi merasa senang dan memerintahkan untuk memberikan hadiah kepada Ibrahim sebanyak 10 ribu dirham. Dan setelah beberapa bulan berlalu, Allah menganugerahkan Mahdi al-Abbasi seorang putri. Lagi-lagi dia memberikan hadiah kepada Ibrahim Al-Kirmani sebesar 10 ribu dirham. {Era Al-Quran}

Filed under: 2. Al-QURAN, Ilmu Tafsir, , , , , , , , ,

Ilmu-Ilmu Alquran

Demikianlah tafsir pada mulanya dinukil melalui penerimaan dari riwayat kemudian dibukukan sebagai salah satu bagian hadis selanjutnya ditulis secara bebas dan mandiri. Maka berlangsunglah proses kelahiran tafsir bil ma’tsur {tafsir berdasarkan riwayat} lalu diikuti oleh at-tafsir bir ra’yi {tafsir berdasarkan penalaran}.

Di samping ilmu tafsir lahir pula karangan yg berdiri sendiri mengenai pokok-pokok pembahasan tertentu yg berhubungan dgn Alquran dan hal ini sangat diperlukan oleh seorang mufassir . Baca entri selengkapnya »

Filed under: Ilmu Tafsir, , , , , ,

Kitab 9 Imam Karya Cak Halim

Yang Sering Dibaca

RSS FB denmashadlir

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS HUMOR GUSDUR

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Twitter Terbaru

  • Azali : no begining Abadi: no ending Sarmadi: azali n abadi 2 months ago
  • Jangan pernah menggunakan kata yg kau sendiri tak paham 3 months ago
  • RT @Puthutea: Pada akhirnya semua akan paham bahwa rasa cinta itu tidak punya makna apa-apa. Hanya seperti perasaan kita akan permen di mas… 3 months ago
  • Garam mahal. ...? Mau ulah apalagi ini para cukong 3 months ago
  • ما ظفر من ظفر الأثم به علي بن أبي طالب 11 months ago

Kamus Lisanul Arab Online

Bersama Menjaga al-Quran Dengan Qiraati

Ngaji Online

Quranic Explorer (online)

Sebab Turun Ayat (kajian Online)

Tafsir Al-Mizan (Sayid Muh. Husain Taba-Tabai)

DOKUMENT

SILATURRAHIM

free counters

weblogs
Please do not change this code for a perfect fonctionality of your counter weblogs
clock