Santri Qiraati

referensi metode ilmu baca al-Quran

KONSTRUKSI TAKWIL DALAM TAFSIR SUFI DAN SYIAH

Sebuah Studi Perbandingan

Nasaruddin Umar

Wacana takwil merupakan salah satu kajian penting dalam ‘ulûm al-Qur’ân. Pro dan kontra tentang takwil sudah lama menjadi perdebatan di kalangan ulama tafsir. Ironisnya, wacana takwil ini lebih banyak terpaparkan hanya dalam bentuk repetisi dari paparan yang telah mengklasik, tanpa mencoba menemukan sebuah perspektif yang lain tentang takwil. Kalau saja takwil bisa dikembangkan ke arah pemaknaan baru ayat-ayat dengan konteks masyarakat modern atau masyarakat lokal tertentu, maka mungkin akan menawarkan perspektif baru dalam menjadikan al-Qur’ân sebagai pemandu umat di dunia modern ini.

Tulisan ini mencoba menyoroti wacana takwil dengan mengomparasi dua aliran atau sekte, yaitu Sufi dan Syiah. Keduanya dipandang perlu untuk diperbandingkan agar dipahami dengan jelas pangkal dan titik temu keduanya dalam memandang takwil sebagai satu cara atau metode dalam memaknai ayat al-Qur’ân. Pemilihan topik ini bukan saja untuk memahami perbedaan dan persamaan kedua kelompok ini tentang peran dan posisi takwil, melainkan juga tampak ada usaha yang cukup kreatif kedua kelompok ini dalam melayani kegelisahan keagamaan umatnya dengan mengembangkan pemaknaan takwil. Pemaknaan dan konstruksi takwil kedua kelompok ini memiliki kemiripan dengan lahirnya metodologi hermeneutika dalam konteks pemaknaan Bibel. Baca entri selengkapnya »

Iklan

Filed under: Uncategorized, , , , , , , , , , , ,

Surat al-Isra’

Surat al-Isra’ memiliki 111 ayat. Surat ini lebih dikenal dengan nama Bani Israel selain Isra’ dan Subhan. Disebut Bani Israel karena ada banyak ayat yang membahas tentang Bani Israel baik di awal maupun di akhir surat. Penamaan Isra’ lebih dikarenakan ayat pertama surat ini berbicara soal Mi’raj Nabi Muhammad Saw, sementara Subhan diambil dari ayat pertama surat ini yang dimulai dengan kata Subhan. Kata Bani Israel disebutkan sebanyak 42 kali dalam al-Quran, sedangkan kata Isra’ hanya tiga kali. Baca entri selengkapnya »

Filed under: Surat, , , , , ,

Al-Barzanji: Menaklukkan Perang dengan Cinta

Banyak cara untuk menyatakan cinta kepada Rasulullah saw. Apapun caranya selama tidak menyeleweng dari tuntunan syariah yang diajarkanya kepada para sahabatnya haruslah dihargai. Karena menghormati orang yang mencintai Rasulullah saw sama artinya dengan mencintainya. Begitu pula sebaliknya. Barang siapa yang tidak suka kepada orang yang memuji Rasulullah saw berarti ia pun tidak cinta kepada Rasulullah saw na’udzubillah(mengenai hukum membaca Albarzanji dan perayaan maulid telah diterangkan dalam rubrik ini) Rasa cinta yang telah mengkristal dalam kalbu itu selanjutnya berubah dalam berbagai bentuknya dalam dunia nyata. Diantaranya adalah berbagai sastra puja-puji kepada Rasulullah saw dalam berbagai macam sya’ir yang indah.Sebagai rasa cinta kami kepada Rasulullah saw rubrik ubudiyah selama bulan maulid ini insyaallah akan memaparkan berbagai macam karya sastra para pecinta Rasulullah saw yang berisikan puja dan puji kepada Rsulullah saw yang telah akrab dengan kehidupan muslim Nusantara seperti kitab Al-barzanji, Al-diba’i, Maulid Syaraful Anam dan lain sebagainya. Baca entri selengkapnya »

Filed under: Rindu Rasul, , , , , , , , ,

KAMAR PENGANTIN

PEPUNDHEN

DOKUMENT

SILATURRAHIM

free counters