Santri Qiraati

referensi metode ilmu baca al-Quran

Mengapa Surah At Taubah Tidak Diawali Dengan Basmalah?

Surat At-Taubah, atau sering disebut juga dengan nama surat Baro’ah. Disebut dengan Baro’ah yang bermakna pemutusan hubungan, karena isinya merupakan bentuk pemutusan hubungan (perjanjian damai) dengan musuh-musuh Islam saat itu. Surat ini diturunkan sesudah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam kembali dari peperangan Tabuk yang terjadi pada tahun 9 H. Pengumuman ini disampaikan oleh Saidina Ali radiyallahu ‘anhu pada musim haji tahun itu juga.

Pada penulisan surat At-Taubah dalam mushaf Al-Qur’an, lafadz basmalah
tidak dicantumkan dipermulaan surat tersebut. Hal tersebut berbeda dengan surat-surat yang lainnya yang mencantumkan basmalah di permulaan ayat. Ada beberapa penjelasan dari para ulama mengapa basmalah tersebut tidak dicantumkan di permulaan surat At-Taubah. Baca entri selengkapnya »
Iklan

Filed under: Ilmu Tafsir, , , , , , , , , , , ,

Perkembangan Ilmu-Ilmu Alquran oleh: H. Maragustam Siregar, Prof. Dr. M.A.

5 Januari 2011 oleh maragustamsiregar

Dari berbagai definisi tersebut maka ruang lingkup pembahasan Ulumul Qur’an ialah seluruh cakupan ilmu yang lengkap yang ada hubungannya dengan Al-Qur’an berupa ilmu-ilmu agama, seperti ilmu tafsir, maupun ilmu-ilmu bahasa Arab seperti ilmu I’rabil Qur’an. Dia mencakup berbagai cabang ilmu yang bersangkut dengan al-Qur’an, dengan menitik beratkan pada pembahasan masing-masing. Sehubungan dengan ruang lingkup pembahasan Ulumul Qur’an itu luas dan mendalam, maka mempelajari ilmu ini sangat penring artmya, terutama apabila seseorang ingm menafsirkan Al-Qur’an.  Tanpa mengetahui ilmu ini maka seseorang dalam menafsirkan Al-Qur’an sangat besar kemungkinan salah bahkan sesat dan menyesatkan orang lain. Baca entri selengkapnya »

Filed under: Ilmu Tafsir, , , , , , , ,

Kaidah Mufassir

Dalam pendahuluan ini kami membicarakan tentang Mufassir dan Kaidah Penafsiran dan di dalamnya terdapat tiga hal yang perlu diperhatikan. Berikut di bawah telah kami tuliskan karena itu merupakan hal yang sangat penting dalam memahami bagaimana cara seorang mufassir menafsirkan Al-Qur’an dengan baik dan juga mempelajari aspek-aspek yang diperlukan seorang mufassir dalam menafsirkan Al-Qur’an dengan menerapkan dan mempelajari syarat-syarat, ilmu-ilmu, dan kaidah-kaidah serta adab dengan baik terutama penguasaan dalam bahasa Arab karena apa yang dilakukannya nanti dalam menafsirkan kitab suci Allah yaitu Al-Qur’an dapat diterima kebenaran/keshohihan tafsir tersebut. Baca entri selengkapnya »

Filed under: Ilmu Tafsir, , , , , , , , , , ,

KAMAR PENGANTIN

PEPUNDHEN

DOKUMENT

SILATURRAHIM

free counters