Santri Qiraati

referensi metode ilmu baca al-Quran

Islam Nusantara dan Tuduhan Anti-Arab

Oleh Nadirsyah Hosen

Salah satu kegagalan banyak pihak memahami diskursus Islam NUsantara adalah dengan nyinyir seolah-olah warga NU itu anti segala hal berbau Arab. Maka mereka nyinyir kalau melihat tulisan saya mengutip sejumlah kitab Tafsir berbahasa Arab. “Anti-Arab kok mengutip kitab berbahasa Arab!” kata mereka.

Di pesantren dan madrasah, warga NU biasa belajar bahasa Arab sejak kecil. Tidak mungkin kemudian kami anti dengan bahasa Arab. Banyak santri yang sangat ngelotok memahami grammatika bahasa Arab, bagaimana mungkin kemudian kami dituduh anti-Arab?

Mereka yang menuduh juga menyindir kalau warga NU selesai sholat tidak baca assalamu ‘alaikum ke kanan-kiri karena diganti dengan selamat sore- selamat malam. Atau mereka menyindir kalau warga NU wafat akan dikafankan dengan kain batik, bukan kain kafan putih. Ini tentu tuduhan ngawur yang merefleksikan ketidakpahaman mereka mengenai gagasan Islam NUsantara.

Warga NU tahu ilmunya sehingga dalam soal budaya Nusantara mereka mengakomodasinya secara proporsional. Islam NUsantara bukan menabrak Syari’at tapi mengisi aplikasi penerapan Syari’at dengan mengkomodasi budaya. Dalam bahasa Ushul al-Fiqh ini disebut dengan: al-‘Adah Muhakkamah (adat kebiasaan dijadikan panduan menetapkan hukum).

Begitu juga dengan kaidah: al-Ma’ruf ‘urfan ka al-Masyrut Syartan (hal baik yg sudah dikenal secara kebiasaan diterima seperti halnya syarat) atau al-Tsabit bi al-dalalah al-‘urf ka al-tsabit bi al-dalalah al-nash (yang ditetapkan dengan indikasi dari adat sama statusnya dengan yang ditetapkan berdasarkan petunjuk nash). Dan juga kaidah lainnya: Ma raahu al-muslimun hasanan fa huwa ‘indallah hasan (apa yang dianggap baik oleh umat Islam maka di sisi Allah pun dianggap baik).

Semua kaidah ini sudah dipelajari bagaimana penerapannya di masyarakat Indonesia oleh para kiai Nahdlatul Ulama (NU). Itu sebabnya NU itu lentur, fleksibel tapi juga lurus. Dalam bahasa lain, NU itu tawazun, tasamuh, tawasuth dan i’tidal. Kalau cuma lurus saja, belum komplet NU-nya. Kalau cuma lentur saja, juga belum komplet ke-NU-annya.

Mau pakai baju batik atau blankon, sorban dan gamis, atau peci hitam – peci putih, shalat anda sama-sama sah. Islam NUsantara tidak akan menganggap hanya yang pakai batik dan peci hitam serta sarung yang sah shalatnya. Kami juga tidak akan menganggap hanya mereka yang pakai sorban dan gamis saja yang sah shalatnya. Selama shalatnya menutup aurat dan suci dari najis, maka pakaian apapun yang dianggap baik menurut adat setempat bisa dipakai untuk shalat.

Begitu juga ungkapan akhi-ukhti, bagi kami itu sederajat dengan panggilan mas atau mbak. Mau panggil istri anda dengan ummi atau mamah atau ibu atau panggilan mesranya lainnya, silakan saja. Tidak perlu anti-Arab, tapi juga tidak perlu memaksakan orang lain untuk seperti orang Arab. Jangan sampai semua istilah lokal dan bahasa daerah maupun bahasa Indonesia mau diganti dengan bahasa Arab biar terkesan lebih islami dan kemudian memaksa orang lain untuk mengikuti anda. Ini yang tidak bijak dan kurang proporsional.

Mau makan nasi kabuli silakan. Mau makan jengkol dan pete ya silakan. Islam NUsantara mengakomodasi semuanya. Kami warga NU belajar ilmu keislaman klasik dalam kitab berbahasa Arab tidak berarti kami harus lebih arab dari orang arab. Kami tetap warga Indonesia; bukan orang Arab. Islam di Jawa sama sah dan validnya dengan Islam di Madinah. Jangan kemudian ini dipelintir bahwa tidak perlu kita naik haji ke Arab. Bukan begitu. Zaman sekarang sayangnya banyak pelintiran model Jo**u.

Entahlah, kenapa masalah yang terang benderang seperti ini saja masih banyak pihak yang gagal paham (atau memang sengaja tidak mau paham) dan terus membenturkan Islam NUsantara dengan model penafsiran dan aplikasi Islam lainnya. Atau memang ada pihak yang akan bertepuk tangan melihat kita terus gontok-gontokkan? Na’udzubillah min dzalik.

Islam Arab yes.
Islam NUsantara yes.
dan Islam Australia juga yes.

* Penulis adalah khadim warga NU di Australia – New Zealand.

Iklan

Filed under: MAYA.net, Tanda Zaman, Tokoh, , , , , , ,

KENAPA MENGHAFAL ALQUR’AN? ๐Ÿ’

โœ‹๐Ÿปูƒู„ู‘ ุงู„ู†ุงุณ ุณูˆุงุณูŠุฉ
Semua manusia sama

โœ‹๐Ÿป ูู‰ ู…ู‚ุงู…ู ูˆุงุญุฏ ูŠูˆู… ุงู„ู‚ูŠุงู…ุฉ
Derajatnya sama di hari Kiamat

๐Ÿ‘Œ๐Ÿปุฅู„ุง ุญุงูุธ ุงู„ู‚ุฑุขู†
๐Ÿ‘Œ Kecuali hafidz Alquran

๐Ÿ‘Œ๐Ÿปู…ุน ุงู„ู…ู„ุงุฆูƒุฉ..!
๐Ÿ‘Œ Bersama para malaikat..!

๐Ÿ‘Œ๐Ÿปู…ุน ุงู„ุณูุฑุฉุŒ ุงู„ูƒุฑุงู…ุŒ ุงู„ุจุฑุฑุฉ
๐Ÿ‘Œ Bersama para malaikat yang mulia dan baik

โœ‹๐Ÿปูƒู„ ุงู„ู†ู‘ุงุณ ูŠูุฑู‘ูˆู†
โœ‹ Semua manusia berlari..

โœ‹๐Ÿปู…ู† ุจุนุถู‡ู… ูŠูˆู… ุงู„ู‚ูŠุงู…ุฉ!
โœ‹ Satu sama lain di hari Kiamat!

๐Ÿ‘Œ๐Ÿปุฅู„ุง ุญุงูุธ ุงู„ู‚ุฑุขู†
๐Ÿ‘Œ Kecuali hafidz Alquran

๐Ÿ‘Œ๐ŸปูŠุจุญุซ ุนู† ูˆุงู„ุฏูŠู‡ ุ›
๐Ÿ‘Œ Ia mencari kedua orang tuanya

๐Ÿ‘Œ๐Ÿปู„ูŠู„ุจุณู‡ู… ุชุงุฌ ุงู„ูˆู‚ุงุฑ ๐Ÿ‘‘
๐Ÿ‘Œ Untuk dikenakan mahkota kehormatan ๐Ÿ‘‘

โœ‹๐Ÿปุชุนุจูƒ ู…ุน ุงู„ู‚ุฑุขู† ููŠ ุญูุธู‡ ูˆุชุฌูˆูŠุฏู‡ ุญุชู‰ ูˆุฅู† ู„ู… ุชุธู‡ุฑ ุขุซุงุฑู‡ ุนู†ุฏ ู…ุนู„ู…ูƒ ูˆู…ุนู„ู…ุชูƒ
โœ‹ Lelahmu bersama Alquran saat menghapalnya, memperbaiki bacaan untuknya, walaupun tidak ada apresiasi dari gurumu

โ˜๐Ÿปุญู‚ู‡ ู…ุญููˆุธ ุนู†ุฏ ุงู„ู„ู‡
โœ‹ Adalah hak yang terpelihara di sisi Allah

โœ‹๐Ÿปู„ุง ูŠูƒุชูู‰ ุงู„ู‚ุฑุขู† ุจุฅูŠุตุงู„ูƒ ู„ู„ุฌู†ุฉ
ุจู„ ู„ุงูŠุฒุงู„ ู…ุนูƒ ููŠู‡ุง ุชู‚ุฑุฃูˆู‡ ุญุชู‰ ุชุตู„ ู„ุฃุนู„ู‰ ุฏุฑุฌุงุชู‡ุง
(ุงู‚ุฑุฃุŒ ูˆุงุฑุชูŽู‚ูุŒ ูˆุฑุชูู‘ู„)
โœ‹ Tidak cukup Alquran hanya mengantarkanmu ke surga
Namun ia selalu bersamamu sampai ke derajat tertinggi
(Bacalah, naiklah, tartillah)

โ€โœ‹๐Ÿปู„ูˆ ุนู„ู… ุงู„ู…ู‚ุตุฑ ู…ุน ุงู„ู‚ุฑุขู†
ู…ุง ุงู„ุฐูŠ ูŠู†ุชุธุฑู‡ ู…ู† ู†ุนูŠู… ุญูŠู† ูŠุดุฑุน ููŠ ุงู„ุชู„ุงูˆุฉ ู…ุงุชุฑุฏุฏ ูˆุงู„ู„ู‡ ู„ุญุธุฉ ..!!
โœ‹ Andai pemalas tahu apa yang menunggunya yang berupa kenikmatan dikala membacanya, demi Allah, ia tidak akan ragu sekejap pun.

โœ‹๐Ÿปุงู„ู‚ุฑุขู† ุถุฏ ูƒู„ ุฃูˆุฌุงุน ุงู„ุญูŠุงุฉ ..
โœ‹ Alquran melawan semua keperihan hidup.

“ุงู„ู‚ุฑุขู†”
๐Ÿ‘Œ๐ŸปูŠุฑูˆู‰ ุฑูˆุญูƒ ูˆูŠูู„ู…ู„ู… ุดุชุขุช ู‚ู„ุจูƒ
โœ‹ Alquran menghilangkan dahaga rohanimu dan menyatukan serpihan-serpihan hatimu

โ€โœ‹๐Ÿปู„ุง ู…ุฌู„ุณ ูŠุฌุงุฑู‰ ู†ุนูŠู… ุงู„ุญู„ู‚ุงุช ูˆุงู„ุชู„ุงูˆุงุช ุงู„ุดุฌูŠุฉ ุชุชุฑู†ู… ุญูˆู„ูƒ ุจุฑูˆุญุงู†ูŠุฉ ..
ูˆู„ุง ุญุจ ูŠู†ุงูˆุด ู…ูˆุฏุฉ ุฃู‡ู„ ุงู„ู‚ุฑุขู†
โœ‹ Tak ada majlis seindah halaqah Alquran, tilawah yang merdu, yang berdengung di sekitarmu oleh ruhnya
Dan tiada cinta sebanding dengan cintanya ahlul quran.

โ˜๐Ÿปุงู„ู„ู‡ู… ุงุฑุฒู‚ู†ุง ุญูุธ ูƒุชุงุจูƒ
โ˜ Allah, karuniakan kami membaca dan menghapal kitab-Mu

โ˜๐Ÿปูˆุงู„ุนู…ู„ ุจู‡ ูˆุชุฏุจุฑ ุงูŠุงุชู‡
โ˜ Mengamalkannya dan mentadabburi ayat-ayatnya

โ˜๐Ÿปุนู„ู‰ ุงู„ูˆุฌู‡ ุงู„ุฐูŠ ูŠุฑุถูŠูƒ ุนู†ุง
โ˜Sesuai dengan apa yang Kau ridhai

โ˜๐Ÿป ูˆุงุฌุนู„ู‡ ุฌู„ูŠุณู†ุง ูˆุงู†ูŠุณู†ุง
โ˜Jadikan ia sebagai teman dekat dan kekasih kami

โ˜๐Ÿปูˆุงุฑุฒู‚ู†ุง ุงุฎู„ุงุต ุงู„ู†ูŠู‡
โ˜ Karuniakan kami keikhlasan niat

โ˜๐Ÿปูˆุงุฑุฒู‚ ุฐุฑูŠุชู†ุง ุญูุธู‡
โ˜ Karuniakan keturunan kami menghapalnya

โ˜๐Ÿป ูˆู‚ุฑ ุงุนูŠู†ู†ุง ูˆุงุฌุนู„ู†ุง ู…ู…ู† ูŠู„ูŽุจุณูˆู†
โ˜ Jadikan ia sebagai kebahagiaan kami dan jadikan kami termasuk yang mengenakan mahkota

โ˜๐ŸปูˆูŠูู„ุจุณูˆู† ุชุงุฌ ุงู„ูˆู‚ุงุฑ ุจุฑุญู…ุชูƒ ูŠุงู„ู„ู‡
โ˜ Mahkota kehormatan dengan rahmat-Mu, ya Allah

๐Ÿ‘‡๐Ÿป๐Ÿ‘‡๐Ÿป๐Ÿ‘‡๐Ÿป
โ€*ุงู„ู‚ุฑุขู† ุงู„ู‚ุฑุขู† ุงู„ู‚ุฑุขู†
๐Ÿ‘Œ๐Ÿปู‚ุงู„ ุงุจู† ู‚ุฏุงู…ุฉ ุฑุญู…ู‡ ุงู„ู„ู‡ :
” ูˆูŠููƒุฑู‡ ุฃู† ูŠุคุฎุฑ ุฎุชู…ุฉ ุงู„ู‚ุฑุขู† ุฃูƒุซุฑ ู…ู† ุฃุฑุจุนูŠู† ูŠูˆู…ุง ุ› ”
๐Ÿ‘Œ Alquran Alquran Alquran
Ibnu Qudamah berkata, “Ia tidak suka mengkhatamkannya lebih dari 40 hari.”

๐Ÿ‘Œ๐Ÿปูˆู‚ุงู„ ุงู„ู‚ุฑุทุจูŠ ุฑุญู…ู‡ ุงู„ู„ู‡ :
” ูˆุงู„ุฃุฑุจุนูŠู† ู…ุฏุฉ ุงู„ุถุนูุงุก ูˆุฃูˆู„ูŠ ุงู„ุฃุดุบุงู„ ”
๐Ÿ‘Œ Alqurthubi berkata, “40 hari adalah masanya orang-orang lemah dan sibuk.”

๐Ÿ‘Œ๐Ÿปูƒู… ู…ู† ุดู‡ูˆุฑ ูˆุฃุฑุจุนูŠู†ุงุช ุชู†ู‚ุถูŠ ุŸ ุชุฑุชุฌู ู„ู‡ุง ุงู„ู‚ู„ูˆุจ ู„ูˆ ุนู‚ู„ู†ุงู‡ุง !
๐Ÿ‘Œ Betapa banyak bulan-bulan berlalu dan sirna? (Tanpa Alquran) Andai kita mengerti, pasti hati gemetar!

๐Ÿ‘Œ๐Ÿปู…ู† ุจุฑูƒุฉ ุงู„ู‚ุฑุขู†
ุฃู† ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ ูŠุจุงุฑูƒ ููŠ ุนู‚ู„ ู‚ุงุฑุฆู‡ ูˆุญุงูุธู‡ . .
๐Ÿ‘Œ Diantara keberkahan Alquran bahwa Allah berkahi akal orang yang membaca dan menghapalnya.

* ูุนู† ุนุจุฏ ุงู„ู…ู„ูƒ ุจู† ุนู…ูŠุฑ :
‘ ( ูƒุงู† ูŠู‚ุงู„ ุฅู† ุฃุจู‚ู‰ ุงู„ู†ุงุณ ุนู‚ูˆู„ุง ู‚ุฑุงุก ุงู„ู‚ุฑุขู† ) ุŒ
Dari Abdul Malik bin Umair, “Dikatakan bahwa orang yang paling bertahan akalnya adalah para pembaca Alquran.”

– ูˆููŠ ุฑูˆุงูŠุฉ :
‘ ( ุฃู†ู‚ู‰ ุงู„ู†ุงุณ ุนู‚ูˆู„ุง ู‚ุฑุงุก ุงู„ู‚ุฑุขู† ) ‘
Riawayat lain, “Orang paling bersih akalnya adalah pembaca Alquran.’

๐Ÿ‘Œ๐Ÿปูˆู‚ุงู„ ุงู„ู‚ุฑุทุจูŠ ุฑุญู…ู‡ ุงู„ู„ู‡ :
ู…ู† ู‚ุฑุฃ ุงู„ู‚ุฑุขู† ู…ูุชู‘ุน ุจุนู‚ู„ู‡ ูˆุฅู† ุจู„ุบ ู…ุฆุฉ !
๐Ÿ‘ŒQurthubi berkata, “Siapa membaca Alquran ia akan menikmati akalnya walau umurnya sampai 100 (tahun).”

๐Ÿ‘Œ๐Ÿปูˆู‚ุฏ ุฃูˆุตู‰ ุงู„ุฅู…ุงู… ุฅุจุฑุงู‡ูŠู… : ุงู„ู…ู‚ุฏุณูŠ ุชู„ู…ูŠุฐู‡ ุนุจุงุณ ุจู† ุนุจุฏ ุงู„ุฏุงูŠู… – ุฑุญู…ู‡ู… ุงู„ู„ู‡ :
( ุฃูƒุซุฑ ู…ู† ู‚ุฑุงุกุฉ ุงู„ู‚ุฑุขู† ูˆู„ุง ุชุชุฑูƒู‡ ุŒ ูุฅู†ู‡ ูŠุชูŠุณุฑ ู„ูƒ ุงู„ุฐูŠ ุชุทู„ุจู‡ ุนู„ู‰ ู‚ุฏุฑ ู…ุง ุชู‚ุฑุฃ ) ุ›
๐Ÿ‘Œ Imam Ibrahim Almaqdisi menasihati muridnya, Abbas bin Addayim, “Perbanyaklah membaca Alquran dan jangan tinggalkan. Sesungguhnya apa yang kamu minta akan menjadi mudah sebatas apa yang kamu baca.”

๐Ÿ‘Œ๐Ÿปูˆู‚ุงู„ ุงุจู† ุงู„ุตู„ุงุญ ุฑุญู…ู‡ ุงู„ู„ู‡ :
– ูˆุฑุฏ ุฃู† ุงู„ู…ู„ุงุฆูƒุฉ ู„ู… ูŠุนุทูˆุง ูุถูŠู„ุฉ ู‚ุฑุงุกุฉ ุงู„ู‚ุฑุขู† ุŒ ูˆู„ุฐู„ูƒ ู‡ู… ุญุฑูŠุตูˆู† ุนู„ู‰ ุงุณุชู…ุงุนู‡ ู…ู† ุงู„ุฅู†ุณ !
๐Ÿ‘ŒIbnu Shalah berkata, “Diriwayatkan bahwa malaikat tidaklah dikaruniai kemuliaan membaca Alquran. Makanya mereka sangat ingin selalu mendengarnya dari manusia.”

๐Ÿ‘Œ๐Ÿปูˆู‚ุงู„ ุฃุจูˆ ุงู„ุฒู†ุงุฏ :
‘ ( ูƒู†ุช ุฃุฎุฑุฌ ู…ู† ุงู„ุณู‘ุญูŽุฑ ุฅู„ู‰ ู…ุณุฌุฏ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ูู„ุง ุฃู…ุฑ ุจุจูŠุช ุฅู„ุง ูˆููŠู‡ ู‚ุงุฑุฆ ) ุ›
๐Ÿ‘ŒAbu Zunad berkata, “Di waktu sahur aku keluar menuju masjid Rasulullah ๏ทบ dan aku tidak melewati rumah kecuali disana ada yang sedang membaca Alquran.”

๐Ÿ‘Œ๐Ÿปูˆู‚ุงู„ ุดูŠุฎ ุงู„ุฅุณู„ุงู… ุฑุญู…ู‡ ุงู„ู„ู‡ :
( ู…ุง ุฑุฃูŠุช ุดูŠุฆุง ูŠุบุฐู‘ูŠ ุงู„ุนู‚ู„ ูˆุงู„ุฑูˆุญ ูˆูŠุญูุธ ุงู„ุฌุณู… ูˆูŠุถู…ู† ุงู„ุณุนุงุฏุฉ ุฃูƒุซุฑ ู…ู† ุฅุฏุงู…ุฉ ุงู„ู†ุธุฑ ููŠ ูƒุชุงุจ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ ) ุ›
๐Ÿ‘Œ Syaikhul Islam berkata, “Aku tidak melihat sesuatu yang memberi asupan kepada akal, menjaga fisik, dan memberi kebahagiaan lebih banyak ketimbang berlama-lama memandangi Alquran.”

๐Ÿ‘Œ๐Ÿปูุชุนู„ู‚ ุจุงู„ู‚ุฑุขู† ุฃุฎูŠ ุงู„ุญุจูŠุจ ุชุฌุฏ ุงู„ุจุฑูƒุฉ . .
– ู‚ุงู„ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ ููŠ ู…ุญูƒู… ุงู„ุชู†ุฒูŠู„ :
” ูƒุชุงุจ ุฃู†ุฒู„ู†ุงู‡ ุฅู„ูŠูƒ ู…ุจุงุฑูƒ ู„ูŠุฏุจุฑูˆุง ุขูŠุงุชู‡ ”
๐Ÿ‘Œ Maka kuatkan hubungan dengan Alquran saudaraku niacaya kamu akan mendapat keberkahan.
Allah berfirman, “Kitab yang kami turunkan yang penuh berkah agar kalian tadabburi ayat-ayatnya.

๐Ÿ‘Œ๐Ÿปูˆูƒุงู† ุจุนุถ ุงู„ู…ูุณุฑูŠู† ูŠู‚ูˆู„ :
– ( ุงุดุชุบู„ู†ุง ุจุงู„ู‚ุฑุขู† ูุบู…ุฑุชู†ุง ุงู„ุจุฑูƒุงุช ูˆุงู„ุฎูŠุฑุงุช ููŠ ุงู„ุฏู†ูŠุง ) ุ›
๐Ÿ‘Œ Seorang mufassir berkata, “Kami sibuk dengan Alquran maka kami mendapatkan limpahan keberkahan dan kebaikan di dunia.”

Filed under: Ahlul Quran, , , , ,

Mahabarata

Manusia yang senantiasa dihela dahaga harta dan berlari mengejar tahta seperti halnya kelinci yang terjerat jebakan petani

Kehilangan sesuatu bukanlah berarti kekalahan

Kebahagiaan sejati berasal dari pengembangan cinta dan belas kasih terhadap segenap makhluk berindra

Segala sesuatu pada dasarnya adalah kesadaran, kemurnian dan kegembiraan

Kesadaran tidak diperoleh kembali. Ia sudah ada disana. Yang paling diperlukan adalah membebaskan pikiran yang belum ia sadari
Keadaan yang sulit menjadi dorongan untuk menyempurnakan laku bagi orang yang berpikir โ€“ Basudewa Khrisna

(Mahabharata).

Makna nyata dharma harus dialami secara langsung

Kebenaran hanya dapat disadari di dalam kesadaran terdalam seseorang

Kesalahan adalah setengah kebenaran yang tersandung karena keterbatasan-keterbatasan manusia

Seorang manusia bijak tidak mengatakan ADA ataupun TIDAK ADA

Kebenaran tidak dapat dipotong-potong menjadi potongan kecil dan disusun di dalam sistem

Hidupmu memiliki batas, tetapi pengetahuan tidak

Jika engkau menggunakan yang terbatas untuk mengejar hal yang tidak terbatas, maka engkau berada dalam bahaya

Kesadaran diri adalah suatu keadaan pencapaian batin yang mulia dan melampaui semua penggambaran

Subyektifitas dan obyektifitas hanyalah dua sisi dari kesadaran yang sama

Tak ada yang melihat ataupun yang dilihat. Yang ada hanyalah kenyataan yang Esa
Perbedaan di dalam dan di luar muncul karena bentuk konstruksi pikiran semata

Jika obyek tidak memiliki kesadaran, ia takkan mempunyai cahaya, sebagaimana ia sebelumnya

Dalam kenyataannya, apa yang disebut dunia adalah pikiran semata

Filed under: Mutiara Kata, , , , ,

KAMAR PENGANTIN

PEPUNDHEN

DOKUMENT

SILATURRAHIM

free counters