Santri Qiraati

referensi metode ilmu baca al-Quran

MENGAKU NU, HARUS SEJALAN DENGAN NU DALAM 4 (EMPAT) HAL INI

**

( Al Habib Lutfi Bin Yahya )

Banyak orang yang mengaku NU mengira bahwa menjadi NU itu sudah cukup dengan Qunut, Tahlil, Maulidan, Ziarah Kubur dan lain sejenisnya. Padahal, itu hanya sebagian kecil fondasi Ke-NU-an dari segi Amaliyah.
Sebab, sejatinya menjadi Nahdlatul Ulama’ itu harus memiliki 4 (empat) fondasi utama. Yakni fondasi yang sudah diwariskan oleh para ulama’ pendiri NU.
APA SAJA 4 (EMPAT) FONDASI ITU ?

*1. AMALIYAH*
Nahdlatul Ulama’ merupakan organisasi islam yang mengusung ideologi _Ahlussunnah Wal Jama’ah_. Yakni ideologi yang menjaga kemurnian islam dengan berpegang pada Sunnah Nabi dan Para Sahabat. Dengan terdisiplin melalui sanad ilmu yang jelas, dengan ciri-ciri termudah :

Bermadzhab pada salah satu Madzhab Fiqih yang 4 (empat) ; _Hanafi, Maliki, Syafi’i_ dan _Hanbali_.
Ber-akidah sesuai dengan akidah islam yang diajarkan Rasulullah SAW. Disiplinannya sesuai dengan Manhaj Imam _Abu Hasan Al-Asy’ari_ dan _Imam Abu Manshur Al-Maturidi_.
Ber-tasawuf disiplinnya sebagaimana telah dirumuskan _Imam Al-Ghazali_ dan _Imam Junaidi Al-Baghdadi_.
Sehingga bisa dikatakan, bukan orang NU apabila amaliyahnya bukan amaliyah _Ahlussunnah Wal Jam’ah_. Apalagi bila sampai menyerang amaliyah _Ahlussunnah Wal Jama’ah_, itu jelas bukan NU.

*2. FIKROH (Pemikiran)*
Dalam cara pandang atau berfikir, Nahdlatul Ulama’ senantiasa mengusung nilai-nilai yang berhaluan pada konsep _Tasammuh_ (toleran), _Tawassuth_ (pertengahan), _Tawazun_ (seimbang) dan _Mu’addalah_ (adil).
NU harus senantiasa teduh. Tidak condong pada pemikiran liberal, tidak pula pada radikal. Bersama konsep tersebut, orang NU sejatinya tidak akan mudah kagetan. Dan tidak akan terjebak pada jurang pemikiran yang kaku.
Dengan demikian, bisa dikatakan bahwa bukan NU apabila ada orang yang berfikir liberal, apalagi radikal. Orang yang melakukan aksi terorisme, meyimpan bom untuk melakukan kerusakan, mudah menyembelih orang (bahkan divideo) akibat pemikiran sadisnya, maka itu bukan cara berfikir orang NU.

*3. HAROKAH (Gerakan)*
Menjadi NU tentu harus bergerak sesuai dengan cara NU.
Gerakan NU yang baik adalah gerakan yang selaras dan satu koordinasi dengan keorganisasian NU. Siapapun bisa bergerak untuk NU. Bisa berjuang bersama struktural, maupun hanya sebagai kultural.
Maka tidak dibenarkan, ada orang mengaku NU namun malah masuk dalam gerakan atau organisasi yang justru bertentangan dengan gerakan NU. Terlebih masuk gerakan yang ingin menghancurkan NU, maka hal demikian adalah celaka besar. Na’udzubillah.
Sebagai contoh, ada orang mengaku NU namun masuk dalam gerakan / organisasi yang berafiliasi dengan saudara muslim kita, wahabi. Maka itu tidak dibenarkan. Sebab wahabi masuk dalam kategori gerakan radikalis, dan bukan bagian dari _Ahlussunnah Wal Jama’ah_. Wahabi bahkan ingin menghancurkan dan membinasakan faham _Ahlussunnah Wal Jama’ah_. Banyak amaliyah NU dituduh bid’ah, musyrik, sesat, dan bahkan diantaranya menyatakan halal untuk dibunuh. Di timur tengah, gerakan wahabi menjadi gerakan yang menciderai umat islam dunia.
Sehingga, jika mengaku NU, tentu harus bergerak bersama NU. Bukan dalam gerakan lain yang membunuh NU.

*4. GHIROH (Semangat)*
Untuk Nahdliyyin semua “Kuatkan hati kita, tetapkan iman dan ketakwaan kita kepada Allah SWT”.
Kita yakini bahwa NU adalah rumah besar kita. Rumahnya para ulama’, kiyai, santri, dan bahkan seluruh masyarakat muslim Indonesia yang sebagian besarnya adalah masyarakat NU.
Kita yakini bahwa kita lahir sebagai orang NU, tumbuh besar sebagai orang NU, dan akan mati sebagai orang NU. Jangan ada keraguan dalam hati kita untuk merawat NU dan menetapkannya.
Kuatkan semangat kita..
Ujian dan cobaan yang kita hadapi saat ini sangatlah berat..
Berbagai fitnah dari luar maupun dari dalam sungguh kentara..
Jangan sekali kita lari, bahkan mengabaikan perjuangan ini..
Ini jihad kita..
Ini rumah kita..
Segala yang baik harus kita pertahankan..
Segala yang mesti dibenahi, harus kita benahi..
Karena ini rumah kita..
Nahdlatul Ulama’..

Iklan

Filed under: MAYA.net, Tokoh

JikaMerekaTakTerpilih

#

Jika Pak Jokowi dan Mbah Amin ga terpilih, mereka akan kembali menjadi pengusaha dan kyai. Jokowi kembali ke Solo dengan bisnisnya yg bisa membuatnya hidup sangat layak, bercengkrama dengan Bu Iriana, Gibran, Ayang, Kaesang, Selvi dan Bobi. Bermain gobagsodor dengsn Ethes dan Sedah. Tetep indah dan bahagia.

Mbah Amin kembali menjadi penasihat para ulama, bahagia menjaga akhlak negeri ini dengan pengajian2nya. Bahagia bersama istri, anak dan cucu2nya. Murid ngajinya tetap berjuta seluruh nusantara, dihormati dan dikhikmati.

Jika Pak Prabowo dan Mas Sandi tak terpilih, mereka pun memiliki kehidupan yg indah dan bahagia.

Pak Prabowo, semoga bisa rujuk dgn mb Titiek, berkumpul bahagia dgn keluarganya. Pergi ke sana ke mari mendukung prestasi putranya. Melanjutkan hobby berkuda dan bertani dgn orang2 sekitar rumahnya.

Mas Sandi juga tetap dengan kehidupannya yg bahagia. Bersama istri cantiknya, anak2nya, meneruskan bisnisnya dan dia ttp menjadi pengusaha muslim yg membawa manfaat banyak utk negeri ini.

Lha aku, kamu, mereka?
Kadang sahabatmu dari kecilmu pun sdh kamu blocked, kamu ajak berantem hanya krn pilihannya berbeda.

Jangan2 kamu sdh malu datang ke reuni karena setiap reuni sebelumnya kamu rajin mendalilkan ayat2mu hanya utk mendukung satu paslon dukunganmu dan sdh kamu kafirkan temenmu.

Jangan2 kamu tak berani lagi menyapa sahabatmu karena sdh terbiasa memanggilnya cebong, kampret, iq sekolam, dll

Jangan2 saat kamu butuh pekerjaan, butuh bantuan, temanmu tak lg ingat padamu karena saling olok pasukan nasbung, dsb.

Jangan2 perseteruan kalian tak pernah usai hingga salah satu dari kalian meninggal karena perbedaan pilihan 5 th lalu menjadi dendam 5 tahun ke depan dan ke depannya terus.

Jangan2 hidupmu yg penuh dendam karena bukan kefanatikan pilihan yang entah dalilnya kamu ambil dari ayat mana sesukamu hanya untuk memenuhi nafsumu sendiri.

Jangan2 mulutmu, tanganmu sdh terbiasa menghujat dan mencela hingga memanggil manusia lain dungu pun kamu anggap ibadahmu.

Jangan2 kamu akan membesarkan anak2mu menjadi generasi hoax generasi pencela, generasi pengumpat karena dari kecil sering mendengarmu berapi2 menyebut orang lain kampret, cebong, dungu, penipu, bodoh, dll.

Pak Jokowi, Mbah Amin, Pak Prabowo dan Mas Sandi melanjutkan hidupnya dengan bakti mereka, dan hidup bahagia.

Aku, kamu, mereka????
Hidup merugi setelah sekian lama hanya sering mencari kekurangan para bapak yg hebat2 itu, menghinakan mereka, padahal mengenal mereka pun tidak. Semua berdasarkan asumsimu, katanya2 yang dipercayai sebagai kitab suci.

Jika mereka tak terpilih, mereka tetap bahagia.
Kamu? Tetep nelangsa dengan kebencianmu.

Sahabat maafkan aku yg sudah melakukan semua ini terhadapmu
Guru maafkan kami yg sudah terbuay dng situasi saat ini, hingga lupa bertatakrama terhadapmu
Keluargaku tercinta maafkan aku, yg gara2 semua ini sampai memutuskan silaturohmi dng mu

Aku ingin semua seperti dulu lagi, dmn aku dng sahabatku saling duduk bersama bercengkrama dng penuh kehangatan tanpa batas
Aku ingin seperti dl lagi, dmn aku dng guru2 ku bisa mengaji belajar dng penuh hidmat
Aku ingin seperti dl lagi, dmn aku dan keluargaku ngumpul bersama bersilaturohmi penuh rasa kebahagiaan

Ya Allah bersihkan hati dan jiwa kami dari rasa iri dengki dan kesombongan, persatukan kami dlam kebersamaan yg penuh keharmonisan dan kebahagiaan … amiiin…

Filed under: MAYA.net

Amalan buat belajar

Amalan Indah untuk Mencerdaskan akal Dan menghafal Al-Qur’an

Dari Pendiri Pondok Pesantren Puteri Walisongo pertama, KH. Adlan Aly. Beliau mewariskan amalan berupa doa untuk mencerdaskan akal dan doa untuk menghafal al-Quran.

Doa Mencerdaskan Akal

Doa ini diambil dari QS. al-Anbiyaa ayat 79, dengan mengamalkan doa ini diharapkan dapat mencerdaskan akal orang yang membaca dan mengamalkannya, sebagai berikut:

فَفَهّمْنَهاَ سُلَيْمنُ وَ كُلاًّ اتَيْناَ حُكْماً وَّعِلْماً وَّ سَخَّرْ ناَ مَعَ دَاوُدَ الْجِباَلَ يُسَبِّحْنَ وَألطَّيْر وَ كُنَّأ فَعِلِيْنَ

Majalah Tebuireng

“Maka Kami memberikan pengertian kepada Sulaiman (tentang hukum yang lebih tepat), dan kepada masing-masing, Kami berikan hikmah dan ilmu, dan Kami tundukkan gunung-gunung dan burung-burung, semua bertasbih bersama Dawud. Dan Kamilah yang melakukannya.”

Doa ini di lafadzkan sebelum belajar dan setelahnya, bisa juga dibaca setelah sholat Magrib. Diharapkan dengan membaca ayat ini Allah Swt. memberikan pemahaman seperti apa yang Allah Swt. berikan kepada Nabi Sulaiman serta dapat memecahkan problematika kehidupan.

Doa untuk Penghafal Al Quran

Berikutnya adalah doa untuk Penghafal al-Quran. Doa ini dilafadzkan sebelum menghafal ayat al-Quran, diharapkan setelah membaca doa bisa diterangkan hatinya dan dilancarkan lisannya serta dapat mengamalkan kandungan ayat yang dihafalkan.

اَللَّهُمَّ نَوِّرْبِكِتاَبِكَ بَصَرى وَاَطْلِقْ بِهِ لِسَانِى وَاشْرَحْ بِهِ صَدْرِى واسْتَعْمِلْ بِهِ بَدَ نِى بِحَوْلِكَ وَقُوَّتِكَ فَاِ نَّهُ لاَ حَوْلَ وَ لاَقٌوَّةَ اِلاَّ بِاللَّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ

“Yaa Allah terangilah dengan Kitab Suci-Mu terhadap mataku, lancarkanlah lisanku dengannya, lapangkanlah dadaku (hatiku) dengannya, jadikan badanku (diriku) mengamalkan isinya dengan pertolongan daya dan kekuatan-Mu. Sesungguhnya tidak ada daya dan kekuatan kecuali atas pertolongan Allah Swt. Yang Maha Luhur dan Agung”.

Wallahu’alam.

Filed under: Kisah, MAYA.net, Tokoh

Kamus Lisanul Arab Online

KAMAR PENGANTIN

PEPUNDHEN

DOKUMENT

SILATURRAHIM

free counters